Selasa 11 Jul 2023 14:32 WIB

Menkop UKM : Agripreneur Buat Hilirisasi Pertanian dan Wirausaha Unggul

Wirausaha membantu menyediakan lapangan kerja berkualitas.

MenKopUKM Teten Masduki.
Foto: Kemenkop UKM
MenKopUKM Teten Masduki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan penciptaan wirausaha berbasis agrikultur yang diberi nama agripreneur berpotensi mendorong berkembangnya hilirisasi pertanian sekaligus menciptakan wirausaha unggulan.

Kata Teten, Indonesia bisa menciptakan lapangan kerja berkualitas dengan menghadirkan entrepreneur baru dengan produk berbasis riset. "Selain membangun infrastruktur, modernisasi birokrasi, SDM, pembangunan demokrasi, dan paling penting Indonesia perlu menyiapkan entrepreneur," ucap Teten dalam acara Entrepreneur Hub Dialog Interaktif MenKopUKM bersama Agripreneur di IPB yang dikutip di Jakarta, Selasa (11/7/2023).

Baca Juga

Ia menuturkan, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap PDB pada kuartal I 2023 sebesar 11,8 persen. Tren pertumbuhannya pun positif sebesar 4,73 persen per kuartal.

Selain itu, Global Food Security Index (GFSI) mencatat, indeks ketahanan pangan Indonesia 2022 berada di peringkat 69 dari 113 negara dengan mengalami peningkatan di level 60,2 atau naik 1,69 persen dibandingkan 2021.

Oleh karenanya, Kemenkop UKM tengah berusaha mencetak sejuta wirausaha untuk menciptakan persentase wirausahawan sebanyak 3,47 persen. Sebab, karena persentase wirausaha sebuah negara maju minimal harus mencapai empat persen.

"Maka kita ingin menggandeng kampus sebagai pabrik entrepreneur salah satunya IPB. Supaya pebisnis baru memulai dengan inovasi produk yang berbasis riset dan teknologi," kata Teten.

Salah satunya langkah nyata yang dapat dikembangkan terkait agripreneur bersama dengan Universitas IPB adalah kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan terkait ketahanan pangan, penciptaan nilai tambah melalui pengembangan produk olahan baru, pengemasan yang menarik, dan pemasaran yang cerdas berbasis teknologi.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement