Senin 10 Jul 2023 12:16 WIB

Menteri Teten Catat Baru 22 Juta UMKM Masuk Pasar Digital

Pemerintah akan terus mendorong berbagai upaya agar UMKM terhubung secara digital.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mencatat, hingga saat ini tercatat baru 22 juta UMKM yang masuk ke ekosistem pasar digital.
Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mencatat, hingga saat ini tercatat baru 22 juta UMKM yang masuk ke ekosistem pasar digital.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mencatat, hingga saat ini tercatat baru 22 juta UMKM yang masuk ke ekosistem pasar digital. Capaian tersebut masih jauh di bawah target pemerintah sebanyak 30 juta pelaku UMKM. 

Teten mengatakan, pemerintah pusat akan terus aktif mendorong berbagai upaya agar UMKM terhubung secara digital. "Pemerintah ingin pasar tradisional tak hanya bertahan pada era teknologi, tetapi juga melakukan transformasi. Bagaimana solusinya agar digitalisasi diadaptasi pedagang untuk bisa berjualan online," katanya saat berdialog dengan puluhan pedagang pasar tradisional di Pasar Sememi, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (9/7/2023) seperti dikutip dalam siaran pers. 

Baca Juga

Pemerintah, kata Teten, tak ingin pasar tradisional dan warung tradisional sekadar bertahan di tengah pasar ritel modern yang identik dengan pasar yang bersih dan nyaman serta terus bermunculan. Namun, juga mampu bersaing sekaligus bertransformasi dari stigma pasar tradisional yang kumuh dan becek menjadi lebih modern dan profesional.

"Pemerintah daerah kami harap juga berkomitmen untuk merevitalisasi pasar, di mana terdapat sebanyak 18 ribu pasar di seluruh Indonesia yang bisa bertransformasi lebih baik lagi. Pedagang pasar disiapkan untuk bagaimana berjualan secara online," ujarnya menambahkan. 

 

Menurut Teten, pandemi Covid-19 membuat perilaku konsumen juga berubah. Hal ini sekaligus menjadi peluang yang sangat baik bagi para pedagang pasar untuk berjualan secara online

Selanjutnya, pihaknya berjanji juga akan membantu membenahi manajemen koperasi pasar, agar pedagang mendapat suplai yang baik dari koperasi seperti yang telah dilakukan di toko ritel modern. 

Melalui koperasi pasar, pedagang pasar bisa membeli stok kebutuhan dagang dengan belanja secara kolektif ke koperasi sehingga bisa mendapat harga barang yang lebih kompetitif. Dalam hal ini koperasi pasar hadir sebagai semacam distribution center.

"Koperasi ada untuk memperbaiki supply chain kebutuhan para pedagang. Sementara promosi dan jasa kirimnya bisa dilakukan melalui aplikasi online. Sehingga tercipta satu ekosistem yang baik dalam arus ekonomi di pasar. Ini yang kami terus upayakan," ujar Teten. 

Dia sekaligus mengajak pemerintah daerah untuk mendukung revitalisasi pasar termasuk soal kemudahan pembiayaan, guna menambah permodalan dalam mengembangkan usaha pedagang pasar.

"Kami akan bahas bersama stakeholder terkait tentang dua skema pembiayaan, ada perbankan, koperasi, dan pemda. Kami berharap, model seperti ini yang akan di-piloting agar kendala pembiayaan bisa teratasi," kata dia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement