Senin 05 Jun 2023 19:56 WIB

BUMN Pangan Butuh Suntikan Modal Tambahan Hingga Rp 500 Miliar

BUMN pangan seperti RNI membutuhkan tambahan modal.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Logo Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kementerian BUMN mengajukan PMN untuk penguatan ketahanan pangan.
Foto: ANTARA /Aprillio Akbar
Logo Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kementerian BUMN mengajukan PMN untuk penguatan ketahanan pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) khususnya untuk sektor ketahanan pangan nasional hingga total Rp 500 miliar. Wakil Menteri BUMN I Pahala Manusry menjelaskan, untuk memastikan ketahanan pangan nasional, BUMN pangan seperti RNI membutuhkan tambahan modal. Terdapat sejumlah program ketahanan pangan yang akan dilakukan RNI pada tahun depan.

"PMN tambahan dari dana investasi di 2023, RNI untuk penguatan di sektor pangan untuk ketahanan pangan nasional. Ada beberapa inisiatif yang akan dijalankan RNI," ujar Pahala di Komisi VI DPR RI, Senin (5/6/2023).

Baca Juga

Pahala memerinci, Berdikari membutuhkan Rp 230 miliar untuk memperkuat stok daging ayam. Anggaran ini untuk membangun kandang dan hatchery sehingga stok ayam tersedia dalam rangka memenuhi suplai nasional.

Selain itu, PT Garam juga membutuhkan tambahan alokasi modal sebesar Rp 160 miliar untuk investasi pembenahan dermaga dan fasilitas produksi. Sedangkan sektor pergudangan atau PPI membutuhkan tambahan modal sebesar Rp 103 miliar untuk optimalisasi logistik dan revitalisasi pergudangan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement