Rabu 12 Apr 2023 09:51 WIB

BRI Bayarkan Dividen Tunai Rp 34,89 Triliun Kepada Pemegang Saham

Ini sesuai keputusan RUPST 2023 bahwa rasio pembayaran dividen 85 persen dari laba.

Logo Bank Rakyat Indonesia (BRI). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membayarkan dividen tunai senilai Rp 34,89 triliun kepada para pemegang saham pada Rabu (12/4/2023).
Foto: Antara
Logo Bank Rakyat Indonesia (BRI). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membayarkan dividen tunai senilai Rp 34,89 triliun kepada para pemegang saham pada Rabu (12/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membayarkan dividen tunai senilai Rp 34,89 triliun kepada para pemegang saham pada Rabu (12/4/2023).

Hal tersebut sesuai dengan putusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2023 dimana dalam rapat tersebut memutuskan BRI membayarkan dengan rasio pembayaran dividen alias dividen payout ratio sebesar 85 persen dari laba bersih konsolidasian pada 2022.

Baca Juga

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, penetapan rasio pembayaran dividen sebesar 85 persen oleh BRI mempertimbangkan bahwa saat ini perseroan memiliki struktur modal kuat dan likuiditas optimal dalam ekspansi bisnis dan antisipasi risiko yang mungkin terjadi pada masa mendatang.

"Dengan rasio pembayaran dividen sebesar 85 persen, rasio permodalan alias Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan tetap terjaga di kisaran 20 persen untuk jangka panjang," ungkap Sunarso.

Ia menegaskan, pembagian dividen ini merupakan bukti komitmen nyata perseroan dalam menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi seluruh pemangku kepentingan, utamanya kepada rakyat.

Sepanjang Januari hingga Desember 2022, BRI Group mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang kuat dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global. BRI berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp 51,4 triliun atau tumbuh 67,15 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Dengan demikian, rasio pembayaran dividen sebesar 85 persen yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yaitu sebesar Rp 43,94 triliun, sedangkan sisanya sebesar 15 persen atau senilai Rp 7,67 triliun digunakan sebagai laba ditahan.

Sementara, lanjut Sunarso, untuk dividen yang menjadi bagian negara Republik Indonesia atas kepemilikan sekurang-kurangnya 53,19 persen saham atau sekurang-kurangnya sebesar Rp 23,15 triliun akan disetorkan kepada Rekening Kas Umum Negara.

Dividen tunai yang dibagikan sudah termasuk jumlah dividen interim yang telah dibagikan perseroan kepada pemegang saham pada 27 Januari 2023 sejumlah Rp 8,6 triliun, sehingga sisa jumlah dividen tunai yang dibayarkan pada hari ini sekurang-kurangnya mencapai sebesar Rp 34,89 triliun.

"BRI berbisnis dengan rakyat dan diproses dengan caranya rakyat. Keuntungan BRI dikembalikan ke rakyat lewat pajak dan dividen," ucap dia.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement