Jumat 24 Feb 2023 09:45 WIB

The Fed Masih akan Naikkan Suku Bunga, IHSG Tetap Dibuka Naik

IHSG bergerak menguat ke level 6.868,95 atau menguat sebesar 0,43 persen.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (2/1/2023). IHSG bergerak menguat ke level 6.868,95 atau menguat sebesar 0,43 persen.
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (2/1/2023). IHSG bergerak menguat ke level 6.868,95 atau menguat sebesar 0,43 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Jumat (24/2/2023). Mengawali sesi pertama hari ini, IHSG bergerak menguat ke level 6.868,95 atau menguat sebesar 0,43 persen.

Indeks saham di Asia pagi ini dibuka naik mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street. "Bursa menguat di tengah kekhawatiran investor mengenai laju kenaikan suku bunga di bulan-bulan mendatang" kata Phillip Sekuritas Indonesia, Jumat (24/2/2023).

Baca Juga

Sejumlah data AS memberi indikasi konsumsi tetap kokoh di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi. Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun turun 4 bps menjadi 3,88 persen.

Dari sisi makro ekonomi, data Initial Jobless Claims memperlihatkan jumlah penerima untuk pertama kali tunjangan pengangguran turun sebesar 3.000 menjadi 192 ribu orang untuk minggu yang berakhir pada 18 Februari. Ini menambah bukti kondisi pasar tenaga kerja AS masih ketat.

Untuk hari ini, investor mengantisipasi rilis data ekonomi AS bulan Januari nanti malam yang antara lain mencakup data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index, Personal Income dan Personal Spending.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah naik sekitar dua persen didorong oleh ekspektasi pemotongan tajam produksi minyak mentah Rusia bulan depan. Selain itu, nilai tukar dolar AS yang lebih kuat dan kenaikan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari ekspektasi juga turut menambah kekhawatiran mengenai permintaan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement