Senin 30 Jan 2023 00:30 WIB

Riset: Bandung dan Sleman Jadi Daerah dengan Literasi Ekonomi Digital Tertinggi

Potensi ekonomi digital Indonesia masih akan terus meningkat.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ahmad Fikri Noor
Warga menggunakan perangkat elektronik untuk berbelanja obat secara daring di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022). Lazada Indonesia (Lazada) bersama Litbang Kompas dan didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian turut melaksanakan studi tentang Indeks Literasi dan Transformasi Ekonomi Digital di Indonesia atau Indonesia Digital Economy Literacy Index (INDELIX) 2022.
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Warga menggunakan perangkat elektronik untuk berbelanja obat secara daring di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022). Lazada Indonesia (Lazada) bersama Litbang Kompas dan didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian turut melaksanakan studi tentang Indeks Literasi dan Transformasi Ekonomi Digital di Indonesia atau Indonesia Digital Economy Literacy Index (INDELIX) 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laporan e-Conomy SEA 2022 mengungkap potensi ekonomi digital Indonesia yang sangat besar. Potensi itu diprediksi akan terus meningkat dan mencapai nilai 130 miliar dolar AS pada 2025. 

Lazada Indonesia (Lazada) bersama Litbang Kompas dan didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian turut melaksanakan studi tentang Indeks Literasi dan Transformasi Ekonomi Digital di Indonesia atau Indonesia Digital Economy Literacy Index (INDELIX) 2022. Studi itu membahas pemetaan dan potensi ekonomi digital di Indonesia, tepatnya di tingkat kota dan kabupaten di Indonesia. 

Baca Juga

Direktur Eksekutif Lazada Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, ekonomi digital merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sementara, pemerataan literasi dan transformasi digital menjadi salah satu kunci percepatan pertumbuhan ekonomi. 

“Pemetaan indeks literasi digital ini kami laksanakan agar bisa memahami tingkat literasi ekonomi digital di berbagai daerah dan bisa menjadi referensi para pemangku kepentingan dalam terus mengembangkan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia. Studi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi kami dalam upaya percepatan pertumbuhan perekonomian digital di Indonesia," tuturnya dalam siaran pers yang dilansir pada Ahad (29/1/2023).

 

Studi INDELIX yang dilakukan dari Mei hingga Oktober 2022 ini melibatkan 514 Kota dan Kabupaten di Indonesia. Studi merujuk pada lima dimensi parameter Toolkit For Measuring the Digital Economy  yang dilansir Presidensi G20 Argentina 2018, yaitu Infrastruktur, Pemberdayaan Masyarakat, Pengadopsian Inovasi dan Teknologi, Penciptaan Lapangan Kerja, dan Pertumbuhan Ekonomi. 

Studi ini juga mengembangkan toolkit dengan menambahkan dimensi eCommerce pada studi, mengingat eCommerce merupakan pendorong utama ekonomi digital Indonesia. Untuk melengkapi analisis dalam studi ini, Litbang Kompas juga melakukan survei kuantitatif tatap muka yang dilakukan di sembilan kota dan sembilan kabupaten dengan jumlah responden 1.200 orang.

​Studi INDELIX 2022 mengemukakan empat kategori penemuan penting, yaitu Indeks Literasi Ekonomi Digital. Secara keseluruhan, Kota Bandung menjadi daerah dengan skor INDELIX tertinggi yaitu 5,34. Sementara, skor tertinggi untuk kategori Kabupaten diraih oleh Kabupaten Sleman dengan skor 5,00.

Kota Bandung masuk dalam kategori kota metropolitan (jumlah penduduk lebih dari 1 juta). Kota Bandung menjadi kota dengan skor INDELIX tertinggi, diikuti oleh Kota Yogyakarta, Kota Bekasi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan Kota Depok dengan skor INDELIX lebih dari lima.

Sementara, di kategori kabupaten, Kabupaten Sleman meraih skor INDELIX tertinggi dibanding kabupaten lainnya, serta skor tertinggi pada seluruh dimensi (Infrastruktur, Pemberdayaan Masyarakat, Pengadopsian Inovasi dan Teknologi, Penciptaan Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi, dan eCommerce). Pada kategori kabupaten sangat besar, skor Kabupaten Sleman diikuti oleh Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Gresik. Kelima Kabupaten ini unggul pada dimensi infrastruktur-infrastruktur fisik dan layanan yang mendasari ekonomi digital. 

Beberapa daerah memiliki potensi perkembangan digital yang baik, namun daerah dengan skor indeks rendah dari hasil studi ini perlu diprioritaskan pengembangan digitalnya agar tidak semakin tertinggal dengan daerah lainnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement