Selasa 30 Mar 2021 19:03 WIB

Regenerasi, Mentan Bekali Pemuda Tani Calon Magang ke Jepang

Kementan terus mengupayakan lahirnya petani-petani muda.

Keseriusan dalam mencetak Regenerasi Petani diwujudkan dalam sejumlah program salah satunya yaitu magang bagi pemuda tani ke Jepang. Menjelang keberangkatan ke Jepang para milenial ini mendapatkan pembekalan langsung dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Selasa (30/3).
Foto: Kementan
Keseriusan dalam mencetak Regenerasi Petani diwujudkan dalam sejumlah program salah satunya yaitu magang bagi pemuda tani ke Jepang. Menjelang keberangkatan ke Jepang para milenial ini mendapatkan pembekalan langsung dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Selasa (30/3).

REPUBLIKA.CO.ID, BATANGKALUKU -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengupayakan lahirnya petani-petani muda. Keseriusan dalam mencetak Regenerasi Petani diwujudkan dalam sejumlah program salah satunya yaitu magang bagi pemuda tani ke Jepang. Menjelang keberangkatan ke Jepang para milenial ini mendapatkan pembekalan langsung dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Selasa (30/3).

Dalam acara ini Mentan SYL menyampaikan pesan kepada calon peserta magang Jepang yang berasal dari lima Provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

Baca Juga

“Orang yang hebat itu pertama yang punya karakter, sekarang orang punya ilmu saja tidak cukup. Pantang mundur kalau kerja dia tahu menghormati yang lebih tua/senior, dia baik kepada teman-temanya, tidak menyia-nyiakan amanah dan diberikan tugas bisa kerja cepat dan tulus, serta memiliki sopan santun,” tegas Mentan SYL, seperti dalam siaran persnya.

Menurut Mentan SYL selain karakter Pemuda Tani harus mempunyai kapasitas mampu berkolaborasi, berani berteman. Apabil harus berkompetisi lakukan yang sehat dan tidak menjatuhkan orang lain. Meskipun dikecewakan orang atau pernah disakiti orang, kesedihan kita itulah yang nantinya akan memperkuat kita,” terang Mentan SYL.

 

Yang ketiga Mentan SYL juga berpesan orang yang mau naik derajatnya hanya orang yang mau menambah ilmunya dengan mengembangkan kapasitas dirinya dan mengamalkan lebih banyak kepada kehidupan sekitarnya, dengan kata lain sebaik-baiknya manusia adalah sebanyak-banyaknya manfaat yang harus diberikan kepada orang,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement