Selasa 07 May 2024 12:30 WIB

Ekonomi Nasional 5,11 Persen, Jokowi: Tumbuhkan Optimisme Saat Negara Lain Masuk Resesi

Jokowi pun bersyukur karena ekonomi nasional terus tumbuh.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Fuji Pratiwi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Nusantara Logistic Hub Pos Indonesia di IKN, Rabu (17/1/2024).
Foto: Dok. Kris - Biro Pers
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Nusantara Logistic Hub Pos Indonesia di IKN, Rabu (17/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen meningkatkan optimisme di dalam negeri. Sebab, negara-negara besar lainnya kini justru mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi dan bahkan masuk ke jurang resesi.

"Ya ini menumbuhkan sebuah optimisme bahwa negara-negara lain, negara-negara besar, satu dua tiga masuk ke jurang resesi, negara lain juga turun pertumbuhannya. Tapi kita mampu terus naik 5,11 persen," kata Jokowi usai meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024).

Baca Juga

Jokowi pun bersyukur karena ekonomi nasional terus tumbuh. Hal ini tak terlepas dari dukungan sektor konsumsi dan juga investasi yang terus masuk ke Indonesia.

"Saya kira patut kita syukuri karena itu banyak didukung memang oleh konsumsi. Tetapi juga didukung yang kedua oleh investasi yang terus masuk ke negara kita " ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia pada kuartal I 2024 mengalami pertumbuhan. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan ekonomi Indonesia berdasarkan PDB kuartal I 2024 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 5.288,3 triliun dan PDB atas dasar harga konstan Rp 3.112,9 triliun

"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2024 bila dibandingkan kuartal I 2023 atau secara tahunan tumbuh sebesar 5,11 persen," kata Amalia dalam konferensi pers, Senin (6/5/2024).

Meskipun begitu, jika dibandingkan kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan. Jika dibandingkan kuartal IV 2023, Amalia menyebut ekonomi Indonesia pada kuartal I 20224 terkontraksi 0,83 persen.

"Ini merupakan pertumbuhan kuartal I tertinggi sepanjang periode 2019 sampai 2024," ucap Amalia. 

Dia menambahkan, dari sisi lapangan usaha pada kuartal I 2024 secara tahunan seluruh lapangan usaha tumbuh positif, kecuali pertanian. Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.

"Total kelima lapangan usaha tersebut mencakup 63,61 persen dari total PDB. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah administrasi pemerintahan yang tumbuh 18,88 persen," jelas Amalia.

Dia menuturkan, lapangan usaha pertanian terontraksi 3,54 persen disebabkan oleh penurunan produksi komoditas pertanian pada awal 2024. Khususnya tanaman pangan karena fenomena El Nino yang berpengaruh kepada paruh kedua 2023.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement