Selasa 16 Jan 2024 20:06 WIB

Mentan Minta Petani Sulsel Percepat Masa Tanam Saat Musim Hujan

Pemanfaatan teknologi akan memudahkan kerja para petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat hadir di acara Gerakan Percepatan Tanam Padi di Desa Kayu Loe Timur, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Foto: Dok Kementan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat hadir di acara Gerakan Percepatan Tanam Padi di Desa Kayu Loe Timur, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta petani di Sulawesi Selatan memanfaatkan musim hujan dengan percepatan penanaman benih tanaman pangan untuk menjaga stok pangan mencukupi, terutama padi dan jagung.

Dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertanian ke tiga daerah di Sulawesi Selatan termasuk di Kabupaten Jeneponto, Selasa (16/1/2024), Amran mengemukakan bahwa hal itu sebagai bagian upaya mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.

Baca Juga

"Kementerian Pertanian saat ini sedang menggiatkan penggunaan teknologi berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mengoptimalkan percepatan tanam," kata Amran di hadapan ribuan petani yang berasal dari Kabupaten Gowa, Takalar dan Jeneponto.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan memudahkan kerja para petani dan meningkatkan kualitas kerja, misalnya menggunakan "rice transplanter", satu orang bisa menanam di lahan satu hektare hanya dalam 20 menit.

"Sementara kalau pakai tangan, butuh waktu 20 hari untuk luas lahan yang sama,” kata Amran pada acara Gerakan Percepatan Tanam Padi di Desa Kayu Loe Timur Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Menurut dia, menanam dengan cara manual bukan hanya memakan waktu yang lama tetapi juga terjadi perbedaan kualitas hasil tanaman karena ada nya perbedaan masa waktu penanaman, seperti kematangan padi tidak sama, akhirnya kita kehilangan 20 persen dari total produksi.

"Bila kita produksi 50 juta ton, berarti kita berpotensi kehilangan produksi sebanyak 10 juta ton,” kata dia.

Kementan, ujar Amran, saat ini juga tengah menggiatkan penggunaan combine harvester. Alsintan yang digunakan untuk panen ini memiliki tiga fungsi yaitu sebagai alat panen, alat perontok padi dan juga sebagai alat pembajak sawah.

“Penggunaan combine harvester bisa menurunkan biaya produksi dari 12 juta rupiah menjadi 4-5 juta rupiah,” kata dia.

Di hadapan para petani setempat, Amran memastikan ketersediaan pupuk. Pihaknya telah mengusulkan penambahan anggaran untuk subsidi pupuk dan penambahan tersebut telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

”Petani jangan khawatir, pupuk cukup pada musim tanam ini. Ayo segerakan tanam, Presiden Jokowi sudah menyetujui penambahan anggaran Rp14 triliun untuk pupuk subsidi,” sebutnya.

Pj. Bupati Jeneponto Junaedi menyampaikan dukungannya untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Kita komitmen menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Ada kebutuhan warga dunia yang butuh pangan, dan berbeda dengan kebutuhan lainnya, kebutuhan pangan itu tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Provinsi Sulawesi Selatan hingga kini masih menjadi salah satu provinsi sentra produksi pangan. Bahkan pada 2023, produksi berasnya surplus 1.811.602 ton.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement