Ahad 10 Dec 2023 23:53 WIB

JTrust Bank Incar Pertumbuhan Kredit 20 Persen

Widjaja mengatakan perseroan akan fokus pada tiga segmen bisnis.

JTrust Bank
Foto: jtrustbank.co.id
JTrust Bank

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) atau J Trust Bank menargetkan penyaluran kredit dapat tumbuh mencapai 15 sampai 20 persen pada 2024.

"Target di 15 sampai 20 persen. Jadi memang tidak setinggi waktu achievement dua tahun lalu untuk J Trust Bank, cuma tetap lebih tinggi dibanding rata-rata industri," ujar Direktur Bisnis JTrust Bank Widjaja Hendra dalam temu media di Jakarta, Jumat (8/12/2023).

Baca Juga

Widjaja mengatakan perseroan akan fokus pada tiga segmen bisnis pada tahun depan, diantaranya segmen corporate banking, consumer banking (retail), serta multifinance.

"J Trust juga butuh waktu, retailnya memang perlahan kita akan terus meningkat, cuma memang perubahan signifikannya gak akan dalam 1-2 tahun ke depan, mungkin dalam medium term 3-5 tahun itu baru kelihatan signifikansi dari kontribusi dari retail segmen," ujar Widjaja.

 

Hingga saat ini, proporsi penyaluran kredit perseroan pada segmen corporate banking sekitar 30 persen dan consumer banking (retail) masih di bawah 5 persen.

"Sekitar 30 persenan untuk corporate banking, kalau untuk konsumer bisnis masih kecil di bawah 5 persen," ujar Widjaja.

Untuk segmen retail, perseroan juga akan menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) yang mana salah satu programnya yaitu memberikan tenor cicilan KPR dengan jangka waktu hingga 30 tahun.

Ke depan, perseroan juga akan lebih serius dalam melaksanakan program berkelanjutan (sustainability) dengan menyalurkan pembiayaan ke sektor- sektor hijau di tanah air. "Itu menjadi salah satu program kami juga, Karena kan sustainability tidak hanya didorong oleh regulator, tetapi juga investor, terutama investor yang luar ya, itu sangat concern bagaimana progres J Trust Bank untuk program sustainability," ujar Widjaja.

Hingga kuartal III 2023, J Trust Bank membukukan laba bersih Rp 111,34 miliar, yang dipicu oleh pertumbuhan kredit bruto yang senilai Rp 23,60 triliun, atau tumbuh 34,03 persen (yoy) dibandingkan sebelumnya Rp 17,61 triliun pada kuartal III 2022.

Dana pihak ketiga (DPK) perseroan tercatat meningkat menjadi Rp 29,73 triliun pada kuartal III 2023, atau naik 26,16 persen (yoy) dibandingkan Rp 23,57 triliun pada kuartal III 2022.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement