Selasa 05 Dec 2023 11:45 WIB

Pendapatan Usaha Jasa Marga Tumbuh 7,7 Persen Jadi Rp 11 Triliun

Sebesar Rp 1,2 triliun di antaranya bersumber dari bisnis selain jalan tol.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Fuji Pratiwi
Jasa Marga
Foto: jasamarga.com
Jasa Marga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil mempertahankan kinerja positif hingga kuartal III tahun 2023 yang sejalan dengan peningkatan volume lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group. Peningkatan kinerja positif perseroan tecermin dari pencapaian pendapatan usaha sebesar Rp 11 triliun atau tumbuh 7,7 persen.

Pencapaian tersebut merupakan kontribusi dari kinerja pendapatan tol sebesar Rp 9,8 triliun yang meningkat 5,1 persen dari kuartal III 2022. Selain itu, juga l kontribusi kinerja pendapatan usaha lain sebesar Rp 1,2 triliun atau naik 34,8 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Baca Juga

"Realisasi EBITDA Perseroan juga meningkat, yaitu mencapai Rp6,8 Triliun, meningkat 5,7 persen dari kuartal III 2022 dengan realisasi EBITDA Margin mencapai level 62,1 persen di tengah pengoperasian ruas-ruas jalan tol baru dan peningkatan mobilisasi masyarakat yang menjadi katalis positif atas kenaikan volume lalu lintas Perseroan," kata Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga Nixon Sitorus dalam konferensi pers kinerja kuartal III tahun di Kantor Pusat Jasa Marga, Plaza Taman Mini, Jakarta, Senin (4/12/2023). 

Selain itu, perseroan mencatat total aset perseroan sebesar Rp 124,9 triliun dan  membukukan laba bersih sebesar Rp 5,97 triliun hingga kuartal III 2023. Dimana sebesar Rp 4,1 trilliun dari laba bersih merupakan dampak dari pemenuhan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) 22 tentang kombinasi bisnis sehubungan konsolidasi kembali PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK)  melalui akuisisi saham PT Lintas Marga Jawa (LMJ) oleh PT Jasamarga Transjawa  Tol (JTT) pada Juli 2023. 

 

Nixon menjelaskan, pada tanggal 27 Juli 2023, PT JTT juga melakukan pembelian kembali  (buyback) unit penyertaan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) Mandiri  Infrastruktur Ekuitas Transjawa (MIET) pada PT JSB, PT JSN dan PT JNK. Selain  RDPT MIET, pada Oktober 2022 lalu, Jasa Marga telah melakukan divestasi Jalan  Layang MBZ yang dikelola oleh PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC). Kedua aksi korporasi tersebut mempengaruhi kinerja Perseroan secara year-over-year (YoY). 

“Walaupun demikian, tanpa memperhitungkan dua aksi korporasi dimaksud, Jasa Marga masih berhasil meningkatkan pendapatan usaha dan EBITDA hingga kuartal III 2023 yaitu pendapatan usaha sebesar Rp 10,57 triliun meningkat 10,6 persen dari kuartal III tahun 2022 sebesar Rp9,57 triliun dengan realisasi EBITDA Perseroan mencapai Rp 6,46 triliun meningkat 8,9 persen dibandingkan kuartal III tahun 2022 sebesar Rp 5,93 triliun," kata Nixon.

Sementara itu, untuk core profit Perseroan hingga kuartal III 2023 adalah  sebesar Rp 1,86 triliun, meningkat sebesar 84,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Hal tersebut dapat dilihat, karena perseroan juga dapat mempertahankan rasio keuangan lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement