Ahad 15 Oct 2023 12:26 WIB

Tenaga Kerja Sektor Ekonomi Kreatif Lebih Cepat Pulih dari Pandemi

Ekonomi kreatif juga terbukti berperan besar terhadap ekonomi nasional.

Rep: Dedy Darmawan Nasution / Red: Friska Yolandha
Kemenparekraf mengungkap pertumbuhan tenaga kerja sektor ekonomi kreatif lebih cepat pulih dari pandemi .
Foto: Edi Yusuf/Republika
Kemenparekraf mengungkap pertumbuhan tenaga kerja sektor ekonomi kreatif lebih cepat pulih dari pandemi .

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, pertumbuhan tenaga kerja sektor ekonomi kreatif lebih cepat pulih dari pandemi dibandingkan rata-rata pertumbuhan tenaga kerja sektor lain secara nasional.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang diolah Kemenparekraf, disebutkan pertumbuhan ekonomi kreatif pada 2019, yakni sebesar 3,9 persen, kemudian pada 2020 menurun karena terdampak Covid-19, yaitu minus 0,5 persen. Kemudian naik kembali menjadi 2,9 persen pada 2021, lalu pada 2022 naik menjadi 9,49 persen. 

Baca Juga

Persentase tersebut lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan tenaga kerja nasional, yaitu pada 2019 dengan persentase 2,0 persen, lalu pada 2020 menurun menjadi minus 0,2 persen karena dampak Covid-19. Dan pada 2021 meningkat dengan persentase 2,0 persen, lalu pada 2022 naik dengan persentase 3,2 persen.

“Program penciptaan dan perluasan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif dapat dikatakan berhasil. Hal ini dilihat dari terus bertumbuh pada 2022. Ketika pertumbuhan tenaga kerja nasional hanya 3,2 persen, pertumbuhan tenaga kerja ekonomi kreatif 9,49 persen, masih di atas 5 persen,” kata Menparekraf dalam keterangannya, Ahad (15/10/2023). 

 

Ekonomi kreatif juga terbukti berperan besar terhadap ekonomi nasional, di tahun 2022 kontribusinya terhadap PDB nasional mencapai Rp 1.280 triliun. Kontribusi tenaga kerja sektor ekonomi kreatif pada nasional pun pada 2022 mencapai 17,7 persen.

Sandiaga mengatakan, tenaga kerja ekonomi kreatif lebih cepat pulih dibandingkan rata-rata tenaga kerja di sektor lain secara nasional karena sektor ekonomi kreatif yang dianggap lebih inklusif dan mudah dimasuki oleh pelaku usaha baru. 

Oleh karena itu, dirinya optimistis, sektor ekonomi kreatif ini berpotensi untuk menjadi roda penggerak bagi penyerapan tenaga kerja maupun lapangan usaha baru dengan membuka peluang besar bagi siapa pun yang terjun ke dalamnya. 

Laporan menunjukkan sektor ini lebih bisa merekrut tenaga kerja pendidikan SMA ke bawah. Tercatat, 54,0 persen tenaga kerja ekonomi kerja kreatif lulusan SLTA, lalu 38,8 persen lulusan SMA, dan 7,2 persen lulusan diploma ke atas. 

Jika ditinjau berdasarkan jenis kelamin, sektor ini juga lebih banyak mempekerjakan perempuan, yakni sebanyak 58 persen dan 42 persen di antaranya laki-laki. 

“Kaum perempuan memegang peran strategis dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Menparekraf. 

Sandiaga menambahkan, menjelaskan 94,4 persen tenaga kerja ekonomi kreatif ini tersebar di tiga subsektor, yakni kuliner, kriya, dan fashion, yang di mana subsektor ini pun mengalami pemulihan tercepat pada 2021. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement