Sabtu 07 Oct 2023 22:13 WIB

Bandara Soekarno Hatta Pimpin Pasar Asia Tenggara, AP II: Penerbangan Makin Pulih

Bandara Soekarno Hatta masih menjadi memimpin pasar penerbangan di Asia Tenggara.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin.
Foto: Republika/Rahayu Subekti
Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bandara Soekarno-Hatta masih menjadi memimpin pasar penerbangan di Asia Tenggara. Hal tersebut berdasarkan data dari Official Airline Guide (OAG), lembaga asal Inggris yang fokus pada data-data penerbangan di dunia yang merilis laporan Pasar Penerbangan Asia Tenggara pada September 2023. 

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan laporan dari OAG tersebut sekaligus menandakan sangat kuatnya pemulihan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta pascapandemi Covid-19. “Pemulihan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta berjalan dengan baik berkat kolaborasi penuh seluruh stakeholder. Kami optimistis hingga akhir tahun ini, tingkat pemulihan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dapat mencapai 90 persen dari kondisi 2019 sebelum adanya pandemi,” kata Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (7/10/2023). 

Baca Juga

Berdasarkan laporan pada September 2023, Bandara Soekarno-Hatta memiliki kapasitas kursi penerbangan mencapai 3,13 juta kursi atau paling banyak dibandingkan dengan bandara-bandara lain di Asia Tenggara. Setelah Bandara Soekarno-Hatta terdapat Bandara Changi (3,12 juta kursi), Kuala Lumpur (2,66 juta kursi), Bandara Suvarnabhumi (2,66 juta kursi), dan Bandara Ninoy Aquino (2,27 juta kursi). 

“AP II selaku operator Bandara Soekarno-Hatta bersama dengan maskapai, AirNav Indonesia, groundhandling, serta didukung Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, TNI dan Polri, bersama stakeholder lainnya, berkolaborasi penuh dalam menjaga momentum pemulihan dan mengakomodir permintaan yang tumbuh,” ungkap Awaluddin. 

Awaluddin menuturkan pasar penerbangan di Indonesia yang sangat besar menjadi faktor utama tingginya lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Pemulihan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta didorong pasar domestik Indonesia yang sangat besar dan AP II bersama stakeholder mampu mengelola pertumbuhan pasar domestik dengan baik. 

“Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu utama Indonesia juga merupakan bandara jangkar untuk penerbangan domestik,” ucap Awaluddin. 

Terdapat empat rute domestik di Bandara Soekarno-Hatta masuk di dalam lima besar rute domestik tersibuk ada September 2023. Kelima rute tersebut yakni yakni Jakarta-Ujung Pandang (535.015 kursi), Jakarta-Denpasar (528.979 kursi), Jakarta-Kualanamu (493.438 kursi), dan Jakarta-Surabaya (456.170 kursi).

Sementara untuk rute internasional, dua di Bandara Soekarno-Hatta masuk dalam lima besar rute internasional tersibuk di Asia Tenggara pada September 2023 yaitu Jakarta-Singapura (327.262 kursi) dan Jakarta-Kuala Lumpur (241.254 kursi).

Muhammad Awaluddin menuturkan slot time penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dipastikan siap untuk mengakomodir permintaan penerbangan untuk rute yang baru dibuka. Begitu juga dengan pembukaan kembali rute yang sempat ditutup saat pandemi, serta penambahan frekwensi penerbangan di rute existing

“Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara terbesar di Indonesia, sehingga pertumbuhan lalu lintas penerbangan di bandara ini akan berdampak positif juga bagi bandara-bandara lain di Indonesia,” tutur Awaluddin. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement