Selasa 30 May 2023 17:22 WIB

Tolak Tambahan Impor Bawang Putih, Mendag: Yang Tahu Stok Itu Saya

Zulhas menilai belum perlu ada tambahan impor bawang putih.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pedagang menunjukkan bawang putih di kiosnya di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Rabu (21/12/2022). Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menilai hingga saat ini Indonesia masih belum perlu menambah porsi impor bawang putih.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pedagang menunjukkan bawang putih di kiosnya di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Rabu (21/12/2022). Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menilai hingga saat ini Indonesia masih belum perlu menambah porsi impor bawang putih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menilai hingga saat ini Indonesia masih belum perlu menambah porsi impor bawang putih. Menteri yang akrab disapa Zulhas itu menilai saat ini stok masih tersedia.

"Yang tahu stok itu saya. Jangan apa-apa impor dong. Kita kurangi impor yang bisa mengganggu ekonomi kita," kata Zulhas saat ditemui di Indonesia Saudi Business Forum, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

Baca Juga

Berdasarkan Prognosa Neraca Pangan Nasional Januari-Desember 2023, kebutuhan bawang putih nasional dalam setahun sekitar 652 ribu ton. Sedangkan, produksi dalam negeri sekitar 18 ribu ton dan stok awal atau carry over dari 2022 adalah 143 ribu ton.

Begitu juga untuk periode sampai Juni 2023 ini. Berdasarkan penghitungan neraca pangan, stok bawang putih nasional pada akhir Juni 2023 tersedia sekitar 14 ribu ton. Jumlah tersebut berdasarkan penambahan stok awal atau carry over dari 2022 sebesar 143 ribu ton, produksi dalam negeri sampai Juni sebesar 11 ribu ton, dan realisasi rencana pengadaan luar negeri Januari-Juni 2023 yang tengah berjalan.

 

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan, salah satu faktor mahalnya harga bawang putih saat ini karena harga bawang putih di pasar global juga sedang mahal. Saat ini, harga bawang putih di China menyentuh 1.300 dolar AS per ton.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menjelaskan bawang putih merupakan salah satu komoditas pangan yang masih memerlukan tambahan pasokan dari luar negeri untuk memenuhi konsumsi domestik. Untuk itu, kondisi harga komoditas tersebut di dalam negeri tidak terlepas dari pengaruh harga internasional atau di negara asal.

"Hal inilah yang turut menyebabkan harga di dalam negeri terkerek naik," ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/5/2023).

Arief menjelaskan, perihal stok, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasalnya, dengan perencanaan yang telah dilakukan, pemerintah melalui NFA dan kementerian/lembaga terkait memastikan ketersediaan bawang putih terjaga sepanjang tahun.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement