Kamis 11 May 2023 16:08 WIB

BI Prediksi Inflasi di Jabar Tiga Persen Hingga Akhir 2023

Inflasi tahunan Jabar diprediksi melandai pada tahun ini.

Suasana Pasar Murah dan Bazar Ramadhan di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, ramai pengunjung, Jumat (14/4/2023). Bank Indonesia (BI) Jawa Barat memprediksi tingkat inflasi tahunan di Provinsi Jawa Barat berkisar 3 persen hingga akhir 2023.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Suasana Pasar Murah dan Bazar Ramadhan di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, ramai pengunjung, Jumat (14/4/2023). Bank Indonesia (BI) Jawa Barat memprediksi tingkat inflasi tahunan di Provinsi Jawa Barat berkisar 3 persen hingga akhir 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bank Indonesia (BI) Jawa Barat memprediksi tingkat inflasi tahunan di Provinsi Jawa Barat berkisar 3 persen hingga akhir 2023. Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Erwin Gunawan mengatakan pada tahun ini inflasi tahunan diprediksi melandai.

Ia pun yakin tingkat inflasi di Jawa Barat terus terkendali oleh berbagai upaya yang dilakukan pihaknya bersama pemangku kebijakan lainnya. "TPID (tim pengendali inflasi daerah) provinsi dan kota terus mengendalikan inflasi, penguatan dengan pemda, untuk pengaturan kebijakan tarif serta gerakan nasional pengendalian inflasi pangan terus kita perkuat," kata Erwin di Kantor BI Perwakilan Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (11/5/2023).

Baca Juga

Pada April 2023, menurut dia, inflasi bulanan tercatat meningkat 0,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu, kata dia, dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada April yang terdapat Hari Besar Keagamaan.

Meski begitu, Jawa Barat kini memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar dibandingkan dua daerah lainnya yang menjadi penopang perekonomian nasional yakni Jakarta dan Jawa Timur.

Pada kuartal I 2023, pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat berada di angka 5 persen. Hal itu tak lepas dari masih kuatnya ekonomi di Jawa Barat.

Hal itu tercermin pada indikator ekonomi yang bergerak naik, indeks keyakinan konsumen, penjualan ril, penggunaan listrik industri, serta optimistis kegiatan usaha hingga menunjukkan adanya permintaan domestik.

"Itu sejalan dengan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, disertai daya beli masyarakat yang terjaga," katanya.

Di samping itu, menurut dia, masih ada beberapa tantangan sektor ekonomi yang perlu dihadapi oleh Jawa Barat. Di antaranya yakni melambatnya pertumbuhan ekonomi negara maju yang bisa berdampak pada ekspor.

"Tentunya akan ada ikutannya terkait permintaan global yang mempengaruhi kinerja ekspor, ketergantungan Jawa Barat terhadap sektor industri," katanya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement