Selasa 13 Dec 2022 08:11 WIB

Kapan IHSG Terlepas dari Tekanan GOTO? Ini Penjelasan Analis

Masuknya GOTO ke Papan Ekonomi Baru juga tidak membuat penurunan IHSG terhenti.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Goto (ilustrasi). Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus mengalami penurunan tajam sejak periode lock up dibuka. Dalam dua pekan terakhir, emiten teknologi ini selalu terkoreksi di atas enam persen dan menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB).
Foto: Dok Goto
Goto (ilustrasi). Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus mengalami penurunan tajam sejak periode lock up dibuka. Dalam dua pekan terakhir, emiten teknologi ini selalu terkoreksi di atas enam persen dan menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus mengalami penurunan tajam sejak periode lock up dibuka. Dalam dua pekan terakhir, emiten teknologi ini selalu terkoreksi di atas enam persen dan menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB).

Pengamat Pasar Modal yang juga Direktur Avere Investama Teguh Hidayat mengatakan penurunan saham GOTO memberi tekanan tersendiri bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks terjebak di zona merah lebih dari sepekan.

Baca Juga

Masuknya GOTO ke Papan Ekonomi Baru juga tidak lantas membuat penurunan IHSG terhenti. "Karena bobot GOTO terhadap IHSG cukup besar, kalau GOTO turun IHSG juga masih akan turun," kata Teguh kepada Republika, Senin (12/12/2022).

Dalam skenario terburuk, menurut Teguh, IHSG bisa mencapai level 6.400 apabila GOTO terus terkoreksi hingga menyentuh level 50. Artinya, IHSG sepanjang 2022 akan mengalami koreksi jika dibandingkan awal tahun yang berada di posisi 6.600.

 

Dalam waktu dekat, Teguh melihat, GOTO masih belum akan mampu berbalik arah area positif. Hal tersebut pun rentan membuat IHSG berada dalam tekanan meskipun iklim ekonomi baik di dalam maupun luar negeri secara umum menunjukkan perbaikan.

"Pada dasarnya ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi baik, sentimen resesi AS juga sudah mereda, kinerja emiten juga bagus, bahkan inflasi di dalam negeri mereda. Tapi karena GOTO IHSG sulit untuk naik," kata Teguh.

Teguh melihat, untuk saat ini tidak ada sentimen apapun yang bisa mengangkat kinerja IHSG di akhir tahun karena pengaruh GOTO yang terlalu kuat. Di sisi lain, menurut Teguh, IHSG akan terlepas dari tekanan apabila GOTO mencapai level 50.

"Kalau GOTO turun sampai 50, IHSG tidak ada beban lagi. Kenaikan saham-saham lainnya akan mengerek IHSG naik meskipun GOTO tetap di 50. Sentimen negatif berhenti saat GOTO nanti mencapai level 50," tutup Teguh.

Hingga perdagangan Senin (12/12/2022), IHSG telah terkoreksi sebesar 7,97 persen dalam tiga bulan terakhir. Return IHSG sepanjang 2022 pun terus tergerus sampai kini hanya tersisa 2,32 persen. Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG bertengger di level 6.734,45.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement