Selasa 03 Oct 2023 14:41 WIB

GoTo Kantongi Dana Rp 2,3 Triliun dari Private Placement

Ada 17,04 miliar lembar saham Seri A yang GoTo terbitkan seharga Rp 90 per lembar.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Perusahaan Gojek dan Tokopedia merger menjadi Goto.
Foto: Dok Goto
Perusahaan Gojek dan Tokopedia merger menjadi Goto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Dari aksi korporasi tersebut, GoTo membidik dana segar 150 juta dolar AS atau setara Rp 2,3 triliun. 

"Penerbitan saham baru oleh Perseroan melalui PMTHMETD sejumlah 17,04 miliar lembar saham Seri A dengan harga per saham sebesar Rp 90," tulis manajemen GOTO dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/10/2023). 

Baca Juga

Seluruh saham akan diambil bagian oleh Bhinneka Holdings (22) Limited, suatu entitas independen yang didirikan berdasarkan hukum Cayman Islands (Bhinneka Holdings). Melalui pengeluaran saham baru tersebut, Perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp 1,53 triiun atau setara dengan 100 juta dolar AS.

GOTO juga akan menerbitkan surat utang luar negeri oleh anak perusahaan luar negeri yang dimiliki seluruhnya oleh Perseroan, GoTo International Finance (22) Limited (GTIF).

 

Bhinneka Holdings memperoleh dana untuk melakukan pengambilbagian atas saham baru Perseroan melalui penerbitan suatu instrumen obligasi bersifat ekuitas kepada International Finance Corporation dan WAF Investments Cayman LLC, entitas yang dimiliki oleh Franke & Company, sejumlah 150 juta dolar AS.

Sesuai dengan Keterbukaan Informasi PMTHMETD, dana yang diperoleh dari pelaksanaan PMTHMETD akan digunakan oleh Perseroan untuk pelunasan melalui konversi atas utang Perseroan di masa yang akan datang dan untuk mendukung kebutuhan modal kerja. Adapun rinciannya sebanyak 25 persen dari dana PMTHMETD dialokasikan untuk Perseroan, 15 persen dari dana untuk PT Tokopedia, 15 persen dari dana untuk PT Swift Logistic Solutions, 15 persen dari dana untuk PT Dompet Anak Bangsa, 15 persen dari dana untuk PT Multifinance Anak Bangsa dan 15 persen dari dana untuk PT GoTo Solusi Niaga.

Bersamaan dengan pelaksanaan PMTHMETD, GTIF juga akan menerbitkan surat utang berdasarkan Notes Subscription Agreement tanggal 2 Oktober 2023 yang ditandatangani oleh dan antara GTIF sebagai penerbit, Perseroan sebagai pemberi jaminan, Bhinneka Holdings sebagai pengambil bagian, dan Citibank, N.A., Cabang Hong Kong sebagai kustodian  yang dijamin dengan, antara lain, saham Perseroan pada GTIF dan jaminan perusahaan oleh Perseroan.

Selanjutnya GTIF juga memiliki kesepakatan cash settled call option dengan Bhinneka Holdings. Dari transaksi tersebut, GTIF akan menerima dana bersih sebesar 50 juta dolar AS yang dapat digunakan oleh GTIF untuk modal kerja ataupun kebutuhan lainnya.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement