Selasa 15 Feb 2022 13:08 WIB

Neraca Dagang Indonesia Kembali Surplus 930 Juta Dolar AS

AS, Filipina dan India menjadi negara mitra dagang RI penyumbang surplus.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
Sejumlah truk pengangkut peti kemas melintas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (ilustrasi). Neraca perdagangan barang selama Januari 2022 kembali mencatatkan surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus dagang mencapai 930 juta dolar AS.
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Sejumlah truk pengangkut peti kemas melintas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (ilustrasi). Neraca perdagangan barang selama Januari 2022 kembali mencatatkan surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus dagang mencapai 930 juta dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Neraca perdagangan barang selama Januari 2022 kembali mencatatkan surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus dagang mencapai 930 juta dolar AS. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto, menyampaikan, total ekspor selama Januari 2022 mencapai 19,1 miliar dolar AS sedangkan impor tercatat 18,23 miliar dolar AS.

Baca Juga

Nilai ekspor maupun impor mengalami penurunan dari bulan Desember 2021 (month to month/mtm) masing-masing turun 14,2 persen dan turun 14,62 persen. Namun, jika dibanding Januari 2021 (year on year/yoy), keduanya masih mencatatkan kenaikan. Ekspor naik 25,2 persen, sedangkan impor naik 36,77 persen.

"Surplus bulan Januari disumbang oleh komoditas minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Adapun negara yang menyumbang surplus terutama dengan Amerika Serikat, Filipina, dan India," kata Setianto dalam konferensi pers, Selasa (15/2/2022).

Setianto menjelaskan, penurunan nilai ekspor secara mtm merupakan faktor musiman. Itu terlihat dari tren yang juga terjadi pada pergantian tahun 2020 dan 2021.

"Penurunan ekspor secara bulanan lebih dikarenakan pola musiman. Namun secara tahunan nilai ekspor di Januari 2022 lebih tinggi dari tahun 2021 maupun 2020," katanya menambahkan.

Nilai ekspor migas tercatat 900 juta dolar AS, turun 17,59 persen mtm namun naik 1,96 persen yoy. Adapun untuk ekspor non migas sebesar 18,26 miliar dolar AS, anjlok 14,12 persen mtm tetapi melonjak 26,7 persen yoy.

Lebih detail dalam ekspor non migas, ekspor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 380 juta dolar AS. Angka itu turun 5,79 persen mtm namun naik 11,54 persen. Sementara, ekspor industri pengolahan berhasil mencapai 15,71 miliar dolar AS, turun 7,91 persen mtm dan naik 31,16 persen yoy.

Adapun untuk ekspor pertambangan sebesar 2,17 miliar dolar AS, anjlok 42,8 persen mtm namun naik 3,87 persen yoy.

Lebih lanjut dari sisi impor, tercatat impor migas senilai 2,23 miliar dolar AS pada Januari 2022. Angka itu turun 34 persen mtm dan naik 43,6 persen yoy. Adapun impor non migas senilai 16 miliar dolar As, menurun 10,7 persen mtm namun meningkat 35,8 persen yoy.

Lebih detail pada impor non migas, BPS mencatat impor barang konsumsi sebesar 1,58 miliar dolar AS turun 36 persen mtm  dan naik 10,25 persen yoy. Adapun untuk impor bahan baku/penolong senilai 13,85 miliar dolar AS, turun 11,35 persen mtm namun masih meningkat 39,57 persen yoy.

Terakhir, impor barang modal tercatat 2,8 miliar dolar AS. Turun 13,45 persen mtm namun meningkat 41,94 persen yoy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement