Senin 20 Jul 2015 10:21 WIB

Anggaran Infrastruktur Pantura Berkurang 40 Persen Tahun Depan

Rep: Sonia Fitri/ Red: Ani Nursalikah
Sejumlah pekerja perbaikan jalan di Jalur Pantura, menjelang mudik lebaran 2011.
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Sejumlah pekerja perbaikan jalan di Jalur Pantura, menjelang mudik lebaran 2011.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggaran infrastruktur jalur pantai utara (Pantura) yang setiap tahun meningkat direncanakan berkurang hingga 40 persen pada 2016. Hal tersebut sebagai dampak keberadaan jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

"Menangani kepadatan Jawa dengan jalan tol, anggaran Pantura berkurang sampai 40 persen," kata Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Soebagiono pada Senin (20/7).  

Sisa anggaran, kata dia, masih akan dialokasikan untuk perawatan jalur Pantura di wilayah Brebes sampai Semarang. Hal tersebut disebabkan belum rampungnya pembangunan Tol Pejagan-Pemalang. Keberadaan tol tersebut diprediksi mampu mengurangi volume kepadatan di wilayah Brebes.

Anggaran perbaikan tol Pantura saat itni diperkirakan Rp 1,1 triliun hingga Rp 1,8 triliun. Dengan banyaknya proyek jalan tol yang menyatukan sistem Trans Jawa, Kementerian PU-Pera yakin bisa mengurangi anggaran Pantura yang sering disebut pihak DPR sebagai proyek abadi.

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PU-Pera Taufik Widjayanto menuturkan, pemerintah memiliki sejumlah rencana terkait pengurangan anggaran Pantura. Salah satunya dengan memberikan proyek perbaikan dan pembangunan wilayah jalur Pantura kepada swasta.

Nantinya, anggaran tersebut dialihkan untuk pembangunan infrastruktur jalan tol Trans Sumatera. "Kita alihkan untuk luar Jawa agar ada balancing alokasi APBN untuk daerah," tuturnya.

Selama ini, kata dia, masalah volume lalu lintas dan beban kendaraan yang berlebih membuat jalur tersibuk di Indonesia itu kerap rusak parah. Data kementerian menyebut, lalu lintas rata-rata di Pantura sebanyak 26 ribu kendaraan per hari.

Selain itu, kendaraan yang melintas dengan kondisi kelebihan muatan mendominasi bisa sampai 50-60 persen. Keberadaan Tol Cipali pun membuat sekitar 35 ribu lalu lintas harian rata-rata (LHR) Pantura beralih.

Sebelumnya, Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono menyebut secara keseluruhan jalur Pantura memiliki status dan umur yang berbeda.

"Jadi ketika tahun ini ada perbaikan di titik tertentu, tahun berikutnya pekerjaan dilaksanakan di titik lainnya," ujarnya.

Ia optimisttis, di masa mendatang pemeliharaan jalan di Pantura akan lebih baik dengan beroperasinya tol Cipali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement