Kamis 29 Feb 2024 15:51 WIB

Digempur Mobil Impor, Inggris Bebankan Pajak Kendaraan Listrik Murah dari China

China menawarkan mobil listrik dengan harga murah.

Rep: Rahma Sulistya  / Red: Friska Yolandha
BYD Atto 3. Inggris akan membebankan pajak bagi mobil listrik murah asal China.
Foto: BYD Indonesia
BYD Atto 3. Inggris akan membebankan pajak bagi mobil listrik murah asal China.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merek mobil listrik China mulai menyasar ke Inggris dengan meluncurkan kendaraan listrik berbiaya rendah dan jarak jauh yang menimbulkan tantangan bagi produsen lokal. Dengan harga yang kompetitif dan teknologi canggih, mobil listrik China ini siap mendominasi jalanan raya Inggris yang ramai.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan kritis, bagaimana pemerintah Inggris mengatasi masuknya kendaraan listrik dari China yang dapat melemahkan kerja keras produsen mobil Inggris?

Baca Juga

Pasar mobil Inggris menyaksikan lonjakan mobil listrik murah dari China dan menyebabkan kegelisahan di kalangan produsen mobil listrik Inggris. Mobil EV China yang terkenal, termasuk yang berasal dari BYD Shenzhen dan MG China, merilis EV dengan harga sekitar 25 ribu poundsterling, hampir 15 ribu poundsterling lebih murah dibandingkan model serupa dari perusahaan Barat.

Meskipun konsumen di Inggris mendapat manfaat dari harga yang lebih rendah sehingga mendorong adopsi mobil listrik, merek mobil listrik Inggris dan merek mobil listrik di Eropa berpendapat bahwa perusahaan mobil listrik China menikmati keuntungan yang tidak adil karena subsidi pemerintah yang besar.

 

Perusahaan seperti Renault telah menyuarakan kekhawatiran tentang potensi invasi terhadap mobil listrik China yang ramah anggaran dan dapat mengancam kelangsungan pabrikan Inggris.

Sebagai reaksi terhadap potensi ketidakseimbangan pasar, Inggris sedang mempertimbangkan untuk mengenakan bea masuk dan tindakan perdagangan lainnya terhadap mobil listrik, jika diketahui bahwa pabrikan China mendapat keuntungan yang tidak adil dari subsidi.

Otoritas Pemulihan Perdagangan Inggris dapat melakukan penyelidikan terhadap praktik-praktik ini, mengikuti permintaan Menteri Bisnis. Ini mencerminkan tindakan yang telah diambil oleh UE dan peringatan yang dikeluarkan oleh AS, mengenai produksi kendaraan listrik China untuk ekspor.

Meskipun mobil listrik yang....

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement