Selasa 05 Dec 2023 14:24 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak di Singapura, Sandiaga: Wisata di Indonesia Saja

Pemerintah belum menutup pintu bagi wisatawan Singapura untuk masuk ke Indonesia.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Turis melakukan swafoto dengan latar Patung Merlion, salah satu atraksi wisata populer di Singapura.
Foto: AP
Turis melakukan swafoto dengan latar Patung Merlion, salah satu atraksi wisata populer di Singapura.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kasus infeksi Covid-19 di Singapura mendadak melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Kementerian Kesehatan Singapura, seperti dilaporkan Channel News Asia, menyebut infeksi Covid-19 mencapai 22.094 kasus sejak tanggal 19-25 November atau naik dua kali lipat dari pekan sebelumnya sebanyak 10.726 kasus. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengimbau masyarakat yang telah merencanakan wisata ke Negeri Singa itu untuk mengalihkan destinasi di dalam negeri demi keamanan.

Baca Juga

“Imbauan ke masyarakat untuk wisata di Indonesia saja, karena Singapura dan destinasi lainnya ada merebak beberapa penyakit,” kata Sandiaga dalam Weekly Brief With Sandi Uno, Senin (4/12/2023). 

Meski mengimbau warga lokal untuk berwisata di dalam negeri, Sandiaga menyampaikan pemerintah pun belum menutup pintu bagi wisatawan Singapura untuk masuk ke Indonesia. Pihaknya bersama Kementerian Kesehatan memastikan destinasi wisata di Indonesia masih terbuka, terlebih di momen liburan Natal dan Tahun Baru 2024. 

 

“Kita jaga dan prioritaskan aspek kesehatannya,” ujar Sandiaga. 

Selain kasus Covid-19 yang merebak kembali di Singapura, kasus pneumonia misterius yang menyerang ribuan warga China juga menjadi perhatian bagi industri wisata di Indonesia saat ini. 

Sandiaga memastikan pemerintah akan memantau secara ketat perkembangan penyebaran penyakit di luar negeri untuk meminimalisasi dampaknya di Indonesia. Namun, menurutnya, berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI, kondisi Indonesia masih cukup terkendali. 

“Hasil diskusi saya dengan persatuan dokter-dokter wisata kesehatan menyatakan yang sekarang sedang dipantau. Ini harus jadi kewaspadaan kita,” jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement