Jumat 24 Nov 2023 17:55 WIB

ITDC Bangun Sistem Air Bersih dan Gas Alam di Nusa Dua

Kerja sama ini melibatkan perusahaan berpengalaman.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ilustrasi kawasan perhotelan di Nusa Dua, Bali.
Foto: Leon Neal/Pool Photo via AP
Ilustrasi kawasan perhotelan di Nusa Dua, Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak usaha PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU) bekerja sama dengan KSO PT Memiontec Indonesia-PT Bayu Surya Bakti Konstruksi (KSO MIT-BSBK) untuk memastikan pemenuhan air bersih di kawasan The Nusa Dua, Bali. Hal itu melalui mekanisme Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dengan Service Level Agreement yang ramah lingkungan. 

Direktur Utama ITDC NU AA Istri Ratna Dewi mengatakan kerja sama ini melibatkan perusahaan berpengalaman yang lebih 20 tahun dalam pengelolaan air bersih dan air limbah. Ratna menyampaikan perusahaan mendapat mandat memenuhi kebutuhan esensial, seperti listrik, air bersih, gas, ICT, dan utilitas pendukung lainnya.

Baca Juga

Melalui langkah-langkah strategis dalam mendukung keberhasilan pengelolaan kawasan pariwisata The Nusa Dua, ITDC NU akan fokus pada penyediaan layanan air bersih dan natural gas di kawasan The Nusa Dua dengan konsep berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Kawasan The Nusa Dua dengan total 5.485 kamar dan fasilitas ruang pertemuan untuk 21 ribu delegasi, memiliki kebutuhan utama akan gas dan air bersih yang perlu dijaga keandalannya," ujar Ratna dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/11/2023).

 

Sebagai Utilities Provider, lanjut Ratna, perushaan berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satu langkah ialah dengan menghindari penggunaan air tanah yang dapat merusak lingkungan di dalam kawasan.

"Saat ini, kita memasuki era baru berkelanjutan, dalam penggunaan teknologi terkini seperti SWRO untuk penyediaan air bersih, serta pengembangan jaringan pipa untuk penyaluran natural gas, menjadi penanda komitmen kami terhadap solusi berkelanjutan dan ramah lingkungan," sambung Ratna. 

Dalam mendukung ketahanan energi nasional, ucap Ratna, ITDC NU memiliki visi pengembangan terobosan bisnis dengan menyediakan natural gas melalui jaringan pipa di kawasan Nusa Dua. ITDC  NU menggandeng mitra strategis yaitu KSO PT National Energy Solutions-PT Laras Ngarso Gede (KSO NES-LARAS).

Ratna optimistis halinan sinergi tersebut akan menorehkan peran nyata dalam meningkatkan stabilitas energi nasional. Ratna menyebut  penyediaan dan penyaluran natural gas ini merupakan proyek percontohan pertama di Indonesia dalam pemanfaatan energi bersih melalui infrastruktur jaringan pipa di dalam kawasan pariwisata. 

"Tahap awal konstruksi jaringan distribusi pipa diharapkan selesai pada Mei 2024, dengan operasional penuh," kata Ratna.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement