Jumat 16 Jun 2023 16:38 WIB

Aktivitas Bisnis di Bandara Soekarno-Hatta Capai Rp 30 Triliun dalam Setahun

Kawasan Bandara Soekarno-Hatta memberikan dampak ekonomi cukup luas.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Pengunjung melihat helikopter yang dipamerkan di ajang Heli Expo Asia 2023 di Cengkareng Heliport Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (15/6/2023).
Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Pengunjung melihat helikopter yang dipamerkan di ajang Heli Expo Asia 2023 di Cengkareng Heliport Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (15/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa aktivitas bisnis di Bandara Soekarno-Hatta terbilang tinggi. Dia menuturkan, kawasan Bandara Soekarno-Hatta memberikan dampak ekonomi cukup luas.

"Transaksi dalam aktivitas bisnis di dalam kawasan berkisar Rp 30 triliun dalam satu tahun dari berbagai stakeholder, seperti tenant komersial, maskapai, bengkel pesawat atau MRO, bisnis kargo dan sebagainya.” kata Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (16/6/2023).

Baca Juga

AP II sebagai operator 20 bandara memastikan terus mendorong pertumbuhan ekosistem kebandarudaraan nasional untuk memberikan dampak ekonomi lebih luas. Awaluddin memperkenalkan konsep bandara Indonesia Aviaconomics.

“Dalam konsep Indonesia Aviaconomics, suatu bandara memiliki ekosistem yang memberikan dampak ekonomi secara luas dengan membuka ribuan bahkan puluhan ribu lapangan pekerjaan serta memiliki aktivitas ekonomi yang tinggi," ujar Awaluddin.

 

Dia menjelaskan, konsep Indonesia Aviaconomics tersebut sudah berjalan di Bandara Soekarno-Hatta. Menurut dia, kawasan Bandara Soekarno-Hatta saat ini menciptakan lapangan pekerjaan untuk sekitar 50 ribu orang yang bekerja di berbagai instansi, seperti AP II, maskapai, ground handling, tenant komersial, kargo, MRO, dan lain sebagainya.

Awaluddin mengatakan penerapan konsep Indonesia Aviaconomics yang semakin kuat dapat dilakukan melalui pengembangan tiga aspek. Semua aspek tersebut yaitu air transport, travel, dan tourism.

Dia menegaskan,pengembangan ketiga aspek tersebuy di Indonesia terintegrasi dalam satu ekosistem sehingga memperkuat penerapan konsep Aviaconomics. "Dengan demikian, Indonesia Aviaconomics ini dapat menciptakan jutaan lapangan pekerjaan untuk keseluruhan bandara-bandara di Indonesia," ujar Awaluddin.

(Ekosistem transportasi udara termasuk di Bandara Soekarno-Hatta harus....)

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement