Kamis 18 May 2023 20:16 WIB

Kirim Pasokan ke Daerah Defisit, Badan Pangan Optimalkan Tol Laut

Hal tersebut dalam rangka pendistribusian bantuan pangan.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ilustrasi distribusi beras. Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan melakukan pendistribusian Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ke daerah terluar dengan menggunakan Tol Laut.
Foto: ANTARA/Ampelsa
Ilustrasi distribusi beras. Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan melakukan pendistribusian Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ke daerah terluar dengan menggunakan Tol Laut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan melakukan pendistribusian Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ke daerah terluar dengan menggunakan Tol Laut. Hal tersebut dalam rangka optimalisasi CPP sebagai instrumen ketersediaan dan stabilisasi harga pangan serta guna menambah pasokan untuk pendistribusian bantuan pangan.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan NFA Rachmi Widiriani menjelaskan pemanfaatan tol laut dapat mendorong efektivitas pendistribusian CPP ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Sehingga, pemanfaatan CPP bisa lebih optimal untuk pengendali harga dan menjaga ketersediaan stok untuk program bantuan pangan yang saat ini sedang berjalan.

Baca Juga

“Kita terus upayakan CPP dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pangan. Seperti hari ini di pelabuhan Labuan Bajo sudah masuk Kapal Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 7, membawa beras. Ini salah satu upaya NFA untuk membantu pemenuhan ketersediaan dalam rangka penyaluran bantuan pangan beras, kemudian juga untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Rachmi dalam siaran persnya, Kamis (18/5/2023).

Menurut Rachmi, Tol Laut yang tiba mengangkut beras sebanyak 6 kontainer atau sekitar 108 ton. Kapal Tol Laut juga singgah di sejumlah pelabuhan di wilayah NTT untuk mendistribusikan CPP, seperti di pelabuhan Waingapu mengangkut beras sebanyak 20 kontainer, pelabuhan Ende 10 kontainer, dan pelabuhan Larantuka 14 kontainer. Selanjutnya beras akan diterima dan disimpan di gudang Kanwil Bulog masing-masing wilayah.

“Secara keseluruhan pengiriman yang dilakukan KM Kendhaga Nusantara 7 ini dalam program Movenas Tol Laut ini sekitar 918 ton beras,” imbuhnya.

Rachmi mengatakan, dengan masuknya kapal Tol Laut tersebut, maka pasokan beras dipastikan bertambah, sehingga diharapkan dapat menekan lonjakan harga dan mempercepat pendistribusian bantuan pangan beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di NTT.

"Pemanfaatan CPP untuk bantuan pangan beras saat ini menjadi salah satu konsen pemerintah. Pemerintah tengah berupaya memenuhi target penyaluran bantuan beras 10 kg per KPM, terutama di pulau-pulau yang jauh supaya Mei ini bisa di selesaikan," paparnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement