Senin 27 Mar 2023 08:15 WIB

PLN Siagakan Lebih dari 4.000 Personel di Jabar Jaga Pasokan Listrik Selama Ramadhan

PLN siap mengamankan pasokan listrik 24 jam untuk menjaga kelancaranan ibadah

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2023 menyiagakan 4.404 personel untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan. (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2023 menyiagakan 4.404 personel untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2023 menyiagakan 4.404 personel untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

Menurut General Manager PLN UID Jawa Barat, Susiana Mutia, seluruh personel tersebut merupakan gabungan dari pegawai, petugas pelayanan teknik, petugas Command Center, petugas Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dan petugas pendukung lainnya.

Baca Juga

"Semua personel tersebut tersebar di 17 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan 92 ULP (Unit Layanan pelanggan) yang tersebar di Jawa Barat," ujar Susi, Ahad (26/3/2023) lalu.

Susi mengatakan, PLN siap mengamankan pasokan listrik selama 24 jam untuk menjaga kelancaranan dan kenyamanan ibadah umat muslim sepanjang bulan Ramadhan.

“Kami pastikan petugas dan infrastruktur PLN siap mendukung dan menjaga kenyamanan masyarakat dalam beraktifitas, khususnya umat islam yang beribadah saat bulan Ramadhan," kata Susi.

Oleh karena itu, kata dia, personilnya akan piket siaga 24 jam agar pasokan listrik yang disalurkan ke masyarakat berkualitas, lancar dan aman.

Berbagai kegiatan telah dilkukan PLN UID Jabar untuk memastikan personil dan alat pendukung siap beroperasi. Misalnya penyelenggaraan apel gelar pasukan, gelar peralatan, dan cek kesehatan serta keselamatan kerja personel.

Untuk menunjang personil siaga, kata Susi, PLN UID Jabar menyiapkan peralatan pendukung berupa 141 Unit Gardu Bergerak (UGB), 6 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) Mobile, 10 Unit Kabel Bergerak (UKB), 30 unit Genset, dan 671 unit kendaraan.

Susi memprediksi beban puncak saat Bulan Ramadhan tahun 2023 akan lebih tinggi daripada hari biasa. Karena, adanya kebijakan pelonggaran aktifitas ditempat umum dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Saat ini, kata dia, masyarakat diizinkan untuk berbuka bersama dan mengadakan berbagai acara di lokasi publik. Menurutnya, selama Ramadhan, beban puncak tertinggi siang hari diperkirakan mencapai 8.100 Mega Watt (MW) yaitu pada tanggal 17 April 2023 sedangkan malam hari sebesar 8.200 MW yaitu pada tanggal 17 April 2023.

Disisi lain, kemampuan pasokan listrik di Jawa Barat saat ini sebesar 11.871 MW dengan beban puncak tertinggi siang hari sebelum Ramadhan sebesar 8.038 MW dan malam hari sebesar 8.172 MW. Berdasarkan perkiraan tersebut, masih ada cadangan pasokan sebesar 3.699 MW, sehingga dapat dipastikan bahwa pasokan listrik selama Ramadhan aman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement