Jumat 26 Aug 2022 16:39 WIB

NFA Minta Pemda Gencarkan Bazar Pangan Murah demi Jaga Inflasi

NFA menyebut bazar pangan mudahkan warga dapat bahan pangan murah berkualitas.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. Badan Pangan Nasional mendorong pemerintah daerah melalui dinas pangan baik di provinsi maupun kabupaten/kota secara masif melakukan bazar pangan murah bagi masyarakat. Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga agar inflasi tetap stabil dan terkendali.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. Badan Pangan Nasional mendorong pemerintah daerah melalui dinas pangan baik di provinsi maupun kabupaten/kota secara masif melakukan bazar pangan murah bagi masyarakat. Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga agar inflasi tetap stabil dan terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pangan Nasional mendorong pemerintah daerah melalui dinas pangan baik di provinsi maupun kabupaten/kota secara masif melakukan bazar pangan murah bagi masyarakat. Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga agar inflasi tetap stabil dan terkendali.

Berdasarkan pantauan di beberapa provinsi seperti Jabar, Jateng, DIY, Banten, NTB, Kalbar, Kalteng, Aceh, Kepri, Riau, Sumsel, Sulsel, Sulbar, Malut, bazar pangan sudah gencar dilaksanakan sejak awal Agustus 2022 hingga saat ini.

Bazar dilaksanakan dinas pangan bersama stakeholder terkait antara lain Bank Indonesia, Perum Bulog, ID Food, BUMD Pangan, Gapoktan, petani dan lainnya.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, mengatakan, langkah aksi seperti itu sangat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan yang murah dengan kualitas yang baik.

 

“Aksesibilitas pangan yang murah dan terjangkau di tengah ancaman krisis pangan seperti diingatkan Bapak Presiden Jokowi sangat penting agar situasi gejolak pangan tidak terjadi dan berdampak buruk terhadap ketahanan pangan kita,” ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menambahkan, pemerintah juga harus terus mengupayakan agar pangan tidak mengalami inflasi melampaui batas toleransi yang telah ditetapkan. Hal ini mengingat inflasi pangan berkontribusi besar terhadap tekanan inflasi nasional.

Arief mengatakan, NFA juga melakukan berbagai upaya antara lain meningkatkan mobilisasi pangan dari wilayah surplus ke wilayah defisit, memfasilitasi pelaksanaan BPM, dan penguatan infrasturktur pangan.

“Selain itu, kita juga mengupayakan keseimbangan harga salah satunya dengan mereview harga acuan pemerintah untuk beberapa komoditas pangan pokok yang berkontribusi besar terhadap dinamika inflasi,” ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement