Jumat 17 Jul 2020 20:49 WIB

Antisipasi Investor Asing Kabur, Pemerintah Diminta Waspada

Jika Indonesia kena gelombang kedua Covid-19, maka investor asing akan kabur

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda
Ilustrasi Penyebaran Virus Corona. Indonesia diminta waspada gelombang kedua Covid-19 agar investor asing tidak kabur.
Foto: MgIT03
Ilustrasi Penyebaran Virus Corona. Indonesia diminta waspada gelombang kedua Covid-19 agar investor asing tidak kabur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah diminta dapat mewaspadai gelombang kedua pandemi virus corona. Sebab jika ini terjadi, investasi akan makin sulit diandalkan, sehingga menyebabkan perekonomian semakin tertekan.

Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan jika Indonesia terkena gelombang kedua, maka imbasnya investor asing akan kabur dari Tanah Air. "Saat ini investor masih wait and see pun diproyeksi tak akan jadi masuk ke Indonesia," ujarnya saat acara diskusi online ‘Peran Perbankan Memulihkan Perekonomian Saat New Normal,’ Jumat (17/7).

Baca Juga

Menurutnya investor asing akan menaruh dananya ke negara yang telah selesai melewati pandemi. Ryan pun meminta agar pemerintah bersikap tegas kepada masyarakat agar disiplin mematuhi protokoler kesehatan Covid-19

“Jadi mereka akan masuk ke negara yang sudah selesai menghadapi ini. Mereka tidak akan ke negara yang terkena gelombang kedua,” ucapnya.

Sebelumnya, Bank Dunia memproyeksi ekonomi Indonesia akan terkontraksi jika terkena gelombang kedua. Pertumbuhan ekonomi diprediksi sentuh angka minus dua persen pada tahun ini.

Country Director World Bank Indonesia Satu Kahkonen mengatakan masih ada kondisi yang lebih optimismis, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar nol persen hingga akhir tahun ini. Perekonomian akan mulai pulih pada 2021 sebesar 4,8 persen dan 2022 sebesar enam persen.

“Dalam kasus Indonesia kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun hingga nol persen pada 2020. Ini didasarkan pada tiga hal, pertumbuhan ekonomi global, ekonomi Indonesia kembali dibuka, dan tidak ada gelombang infeksi kedua," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement