Kamis 28 Mar 2019 18:50 WIB

Mandiri Capital Sediakan Rp 40 Miliar untuk Modal Startup

Sejak 2017, Mandiri Capital sudah membiayai 10 perusahaan startup

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
Incar Startup Fintech Potensial. CEO Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro, CO Moka Harojanto, dan CEO Jurnal Daniel Witono (dari kiri) menjadi nara sumber saat diskusi saat kompetisi Finspire di Mandiri Inkubator Bisnis, Jakarta, Rabu (18/10).
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Incar Startup Fintech Potensial. CEO Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro, CO Moka Harojanto, dan CEO Jurnal Daniel Witono (dari kiri) menjadi nara sumber saat diskusi saat kompetisi Finspire di Mandiri Inkubator Bisnis, Jakarta, Rabu (18/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) menyiapkan dana sebesar Rp 40 miliar untuk menyuntik modal ke empat perusahaan rintisan atau startup di tahun ini. Bidang startup yang menjadi prioritas yakni usaha rintisan yang bergerak di bidang teknologi finansial tekfin.

CEO Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danasaputro, mengatakan, tahun ini MCI masih akan terus mencari usaha rintisan potensial yang layak diberikan pendanaan. Adapun investasi yang diberikan itu bukan berupa pemberian kredit, namun berupa penyertaan equitas.

Baca Juga

“Kita sudah anggarkan tahun ini kurang lebih untuk tiga sampai empat startup. Anggaran untuk investasi baru sekitar Rp 40 miliar,” kata Eddi, Kamis (28/3).

Sejauh ini, menurut Eddi, MCI sudah melakukan uji penilaian kualitas atau due diligence terhadap dua perusahaan rintisan yang cukup potensial diberikan pendanaan modal. Usaha tersebut, kebetulan bergerak di bidang Tekfin.

Pihaknya menargetkan, pada semester pertama 2019 ini, MCI sudah dapat menyalurkan modal kepada usaha rintisan yang teruji memiliki kualitas dan potensi untuk dikembangkan.

Meski begitu, Eddi menuturkan, pihaknya tak menutup diri untuk dapat menyuntik modal ke perusahaan rintisan yang bergerak di luar tekfin. Sektor yang juga diincar yakni startup asuransi, remittance, dan pertanian. “Jadi, berbagai sektor juga kita coba jajaki,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 2017 silam, Eddi mengatakan MCI sudah membiayai 10 perusahaan rintisan. Kesepuluh startup itu ada yang mendapatkan investasi di tahap seed, seri A hingga seri B.

Hasilnya, menurut dia, rata-rata menunjukkan kinerja positif. Baik dari segi pengelolaan keuangan maupun dalam mendapatkan profit.

Ia mengungkapkan, kebanyakan pendiri perusahaan rintisan di Indonesia sangat baik dalam menyusun ide pengembangan bisnis. Hanya saja, kelemahan terdapat pada tahap eksekusi. Pada tahap ini, dibutuhkan tim yang solid dan inovatif untuk bisa mengatasi masalah dalam berbisnis.

Karena itu, dua hal yang dicermati oleh MCI yakni terkait kualitas sumber daya manusia dan sejauh mana penggunaan teknologi dalam bisnis yang dikembangkan. “Jadi ada (faktor) penggunaan teknologi juga. Kita lihat dua-duanya,” ujarnya.

Eddi mengungkapkan, kunci agar perusahaan rintisan bisa mendapatkan permodalan berupa penyertaan equitas harus diawali dari strategi yang matang dalam menghadapi masalah. Selain itu, sejauh mana bisnis itu bisa menjadi problem solver yang dihadapi masyarakat di banyak daerah.

Selanjutnya, bisnis model yang digunakan juga harus tepat sesuai kondisi zaman. Terakhir, baru terkait urusan keuntungan yang dapat diperoleh dari bisnis yang dikembangkan sebuah usaha rintisan.

“Profit itu belakangan, tapi dari awal sudah harus kelihatan bagaimana cara dia mencari keuntungan,” kata Eddi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement