Kamis 15 Sep 2016 13:34 WIB

Unilever Jaga Mutu Produk Mulai dari Kemasan

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Dwi Murdaningsih
MoU Unilever dan ITB di bidang pengemasan.
Foto: Unilever
MoU Unilever dan ITB di bidang pengemasan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Menjaga mutu dan kualitas produk hingga sampai ke tangan konsumen adalah sebuah keharusan bagi produsen. Menurut R&D Director Skin Cleansing Oral Care SEAA Unilever Endang Saraswati,  kemasan dapat melindungi produk setelah proses manufaktur, sehingga kualitas produk tetap terjaga mulai dari rantai distribusi di toko hingga sampai di rumah konsumen.

"Kemasan juga menjadi faktor penting yang mendorong konsumen dalam memilih produk,” ujar wanita yang akrab disapa Saras ini dalam acara Penandatanganan MoU Unilever dengan ITB, Rabu (14/9).

Kolaborasi antara Unilever dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dimulai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bulan September 2016 ini. Selanjutnya, di tahun 2016 sampai 2017 Unilever dan ITB akan bersama-sama mempersiapkan kurikulum dan program hingga di tahun 2018 seluruh kurikulum terkait teknologi pengemasan siap untuk dijalankan.

Saras menjelaskan Unilever memiliki sejumlah pertimbangan dalam menentukan sebuah kemasan produk. Pertama, materi kemasan yang digunakan tidak mempengaruhi atau mengubah kandungan isinya. Kedua, desain packaging haruslah menyesuaikan cara penggunaan masyarkat.

Dari segi material, Saras mengatakan Unilever biasanya menggunakan sejumlah bahan mulai dari plastik hingga material kaca. Sementara itu, dari segi bentuk Unilever Unilever menyediakan kemasan yang bervariasi mulai dari kemasan berbentuk jar, botol dan tube.

Dalam hal produksi kemasan, Saras memaparkan hampir semua kemasan produk milik Unilever diproduksi di Indonesia. "Kita memang ada sedikit komponen impor. Hanya tiga persen saja yang menggunakan bahan impor," kata Saras.

Selain memperhatikan materi kemasan, Unilever juga rutin melakukan evaluasi dan update terhadap desain kemasan agar ptoduk tetap relevan dan bisa diterima masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement