Jumat 21 Aug 2026 14:00 WIB

Pasar Derivatif Kripto Makin Besar, Bittime Kejar Pertumbuhan 10 Kali Lipat

Literasi risiko menjadi tantangan di tengah ekspansi pasar futures.

Aset kripto (ilustrasi).
Foto: Dok Freepik
Aset kripto (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pasar perdagangan derivatif aset kripto Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan seiring bertambahnya jumlah investor dan nilai transaksi aset digital. Bittime melihat peluang tersebut dengan menargetkan volume perdagangan futures tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama setelah layanan diluncurkan.

Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan, target tersebut didorong oleh meningkatnya minat trader terhadap instrumen futures. Target itu disampaikan dalam acara Bittime Alpha Gala Night di Bali, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga

“Kami ingin volume perdagangan Futures Bittime dapat tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama. Kami melihat peluang pertumbuhan yang besar di pasar Indonesia, terutama seiring semakin banyak trader yang mulai memahami Futures dan potensinya sebagai bagian dari strategi perdagangan mereka,” ujar Ryan Lymn.

Peluang tersebut sejalan dengan besarnya pasar derivatif aset kripto secara global. Berdasarkan data CoinMarketCap yang dibahas dalam acara tersebut, perdagangan derivatif menyumbang sekitar 79 persen dari total volume perdagangan aset kripto global.

Di Indonesia, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, naik 24,20 persen secara bulanan. Jumlah investor aset kripto juga telah menembus lebih dari 22 juta, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bittime meluncurkan layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital pada 15 Juli 2026 setelah memperoleh izin melalui PT Central Finansial X (CFX). Layanan tersebut menjadi tambahan bagi produk perdagangan aset digital yang sebelumnya tersedia di platform.

Bittime Futures saat ini menyediakan 49 pasangan perdagangan dengan pilihan posisi Long dan Short, leverage hingga 25 kali, serta opsi Cross Margin dan Isolated Margin.

Data perdagangan Bittime menunjukkan BTCUSDT-PERP dan PUMPUSDT-PERP berada di dua posisi teratas dalam daftar pasangan futures pada periode satu dan tiga pekan terakhir. ETHUSDT-PERP, WLDUSDT-PERP, dan HYPEUSDT-PERP juga masuk lima besar pada kedua periode tersebut.

Namun, pertumbuhan perdagangan futures juga menghadirkan tantangan dari sisi risiko. Instrumen dengan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian sehingga pemahaman pengguna menjadi faktor penting dalam perkembangan pasar.

Ryan mengatakan, edukasi mengenai mekanisme futures dan manajemen risiko perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan transaksi.

“Kami tidak hanya ingin mengejar pertumbuhan volume. Pengguna juga perlu memahami cara kerja Futures, termasuk risiko leverage dan pentingnya manajemen risiko. Pertumbuhan pasar harus berjalan bersama dengan edukasi dan literasi yang baik,” kata Ryan.

Menurutnya, fitur Long dan Short memberikan fleksibilitas bagi trader dalam merespons pergerakan pasar. Namun, penggunaan instrumen tersebut tetap membutuhkan pemahaman terhadap risiko sebelum transaksi dilakukan.

Perkembangan pasar futures di Indonesia selanjutnya akan bergantung pada pertumbuhan basis investor, pemahaman terhadap produk derivatif, serta kemampuan pelaku industri dan regulator menjaga aktivitas perdagangan tetap dalam koridor pengelolaan risiko.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi