Senin 03 Aug 2026 14:00 WIB

Produksi Padi dan Jagung Semester I 2026 Naik, Ini Catatan BPS

Tren produksi tetap terjaga di tengah dinamika musim.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Satria K Yudha
Foto udara petani memanen padi menggunakan mesin pertanian di lahan bekas perkebunan kelapa sawit di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (1/8/2026). Realisasi penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) oleh Perum Bulog kanwil Sumsel dan Babel hingga akhir Juni mencapai 118.460 ton setara beras atau sudah mencapai 68 persen dari target yang ditetapkan tahun 2026 yaitu sebesar 172.682 ton setara beras.
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Foto udara petani memanen padi menggunakan mesin pertanian di lahan bekas perkebunan kelapa sawit di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (1/8/2026). Realisasi penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) oleh Perum Bulog kanwil Sumsel dan Babel hingga akhir Juni mencapai 118.460 ton setara beras atau sudah mencapai 68 persen dari target yang ditetapkan tahun 2026 yaitu sebesar 172.682 ton setara beras.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi dan jagung nasional masih menunjukkan pertumbuhan pada semester I 2026. Kenaikan tersebut ditopang peningkatan luas panen pada sejumlah periode, meski BPS memperkirakan produksi padi pada Juli hingga September akan sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, realisasi luas panen padi pada Juni 2026 mencapai 0,84 juta hektare atau meningkat 6,93 persen dibandingkan Juni 2025 yang seluas 0,79 juta hektare. Seiring kenaikan luas panen, produksi padi pada Juni 2026 diperkirakan mencapai 4,29 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 7,02 persen dibandingkan Juni tahun lalu yang sebesar 4,01 juta ton GKG.

Baca Juga

“Begitu pula jumlah produksi beras yang tercatat mencapai 2,47 juta ton, naik 6,96 persen dibanding Juni tahun lalu,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Secara kumulatif, luas panen padi selama Januari-Juni 2026 mencapai 6,31 juta hektare atau meningkat 0,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produksi padi pada semester I 2026 tercatat 33,58 juta ton GKG atau naik 0,46 persen secara tahunan, sedangkan produksi beras mencapai 19,35 juta ton atau meningkat 0,45 persen.

BPS memperkirakan luas panen padi pada Juli-September 2026 mencapai 3,15 juta hektare. Potensi produksi padi pada periode tersebut diperkirakan sebesar 16,25 juta ton GKG, sedangkan produksi beras diproyeksikan mencapai 9,36 juta ton.

Untuk komoditas jagung, BPS mencatat realisasi luas panen pada Juni 2026 mencapai 0,25 juta hektare. Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) pada bulan tersebut diperkirakan mencapai 1,50 juta ton.

Secara kumulatif, produksi jagung selama Januari-Juni 2026 mencapai 8,70 juta ton JPK KA 14 persen atau meningkat 1,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil tersebut menunjukkan produksi jagung nasional masih mencatatkan pertumbuhan pada paruh pertama tahun ini.

Berita Lainnya

Rekomendasi