REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, jumlah wisatawan nasional (wisnas) atau orang Indonesia yang melakukan perjalanan wisata ke luar negeri mengalami penurunan hampir 20 persen. BPS menyampaikan ada beberapa faktor, diantaranya faktor harga tiket transportasi udara yang melambung.
“Pada Agustus 2026, jumlah perjalanan wisnas atau orang Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri mencapai 643.693 perjalanan, turun 19,81 persen dibandingkan Juli 2026 (sebanyak 802.671),” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Selain menurun secara bulanan atau month to month (mtm), jumlah wisnas juga mengalami penurunan secara tahunan/year on year (yoy). Tercatat jumlah wisnas pada Agustus 2026 sebanyak 643.693 menurun sebesar 6,02 persen dibandingkan pada Agustus 2025 sebanyak 684.934.
Ateng menjelaskan adanya beberapa faktor yang menyebabkan jumlah wisnas mengalami penurunan pada Agustus 2026. Salah satunya adalah faktor mahalnya harga tiket pesawat.
“Kami mencatat, pengaruh menurunnya wisnas, pertama adalah penurunan frekuensi penerbangan internasional yang berangkat, seperti dari Kualanamu. Kedua, harga tiket pesawat yang relatif lebih mahal, serta nilai tukar rupiah (yang melemah),” ungkap Ateng.
Selain itu, ia juga menuturkan adanya faktor cuaca ekstrem yang terjadi pada beberapa wilayah dan negara, menjadi salah satu penyebabnya pula. “Dan juga tentunya ada geopolitik yang secara global terjadi,” lanjutnya.
Jumlah Wisman Tertinggi Sejak 2021
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan mancanegara (wisman) atau orang asing yang berwisata ke Indonesia tercatat mengalami peningkatan pada Agustus 2026. Bahkan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2026 mencapai 1.599.660 kunjungan, naik 4,89 persen dibandingkan Juli 2026. Ini tertinggi sejak tahun 2021,” ungkap Ateng.