REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengusaha perhotelan Indonesia Donny Pur dikukuhkan sebagai Professor of Practice in Business Restructuring and Asset Management di Universiti Geomatika Malaysia, Sabtu (3/10/2026). Pengukuhan tersebut membawa pengalaman Donny di bidang bisnis, perhotelan, pariwisata, dan pengelolaan aset ke lingkungan akademik.
Pengukuhan berlangsung dalam rangkaian 7th International Conference on Social, Technology, Education, Language and Management (ICOSTELM) 2026 di Melaka. Kegiatan tersebut diikuti akademisi dan praktisi dari sejumlah negara Asia Tenggara serta perwakilan perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia.
Vice Chancellor Universiti Geomatika Malaysia Mazrin Rohizaq Che Rose mengatakan, Professor of Practice dapat menjadi penghubung antara pengalaman profesional dan pendidikan akademik. Posisi tersebut juga diharapkan memperkuat kerja sama perguruan tinggi lintas negara.
“Professor of Practice diharapkan membawa pengalaman nyata dari dunia profesional ke dunia akademik serta memperkuat kolaborasi internasional, khususnya antara Malaysia dan Indonesia,” kata Mazrin melalui keterangannya, Ahad (4/10/2026).
Presiden ASEAN Academic Association (ASEANACA) Tulus Suryanto berharap pengalaman Donny sebagai praktisi dapat memberikan kontribusi bagi pendidikan di kedua negara. Menurut Tulus, pengalaman profesional tersebut dapat dibawa ke lingkungan akademik.
“Pengalaman panjangnya sebagai praktisi diharapkan dapat memberikan manfaat dan kontribusi bagi dunia pendidikan di Malaysia maupun Indonesia,” kata Tulus.
Donny selama ini bergerak di sektor perhotelan, pariwisata, dan pengelolaan aset serta memimpin Pelangi Hotel Internasional (PHI Group). Di bidang akademik, Donny tengah menyelesaikan program doktor pada dua universitas di Indonesia dan aktif sebagai dosen di STEBI Lampung.
Menurut Donny, posisi Professor of Practice tidak hanya menjadi pengakuan terhadap pengalaman profesional. Pengalaman di dunia usaha juga perlu diolah menjadi pengetahuan yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan.
“Pengukuhan ini bukan akhir perjalanan akademik, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Pengalaman panjang di dunia usaha harus dapat ditransformasikan menjadi ilmu yang bermanfaat,” kata Donny.
Selain itu, Donny menjabat Presiden INAMA (Indonesia-Malaysia) Hospitality Center yang mempertemukan praktisi, akademisi, peneliti, investor, dan pemangku kepentingan industri hospitality dari Indonesia dan Malaysia. Menurut Donny, kerja sama kedua negara perlu dikembangkan ke kegiatan yang konkret, termasuk riset terapan, pengembangan sumber daya manusia, dan peluang bisnis.
“Kami ingin menghasilkan sesuatu yang konkret, mulai dari riset terapan, pengembangan SDM, pertukaran pengetahuan hingga membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis hospitality Indonesia dan Malaysia,” kata Donny.