Selasa 05 May 2026 09:38 WIB

Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Tembus Rp17.405, IHSG Melemah

Rupiah pada Selasa melemah, sentuh level Rp17.405 per dolar AS.

Rep: ,Eva Rianti/ Red: Lida Puspaningtyas
Pekerja menyeberang pelican crossing saat jam pulang kerja di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (5/5/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tambahan orang yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Februari 2025 bertambah sebanyak 83.450 orang dibandingkan Februari 2024. Dengan tambahan tersebut, jumlah total pengangguran di Indonesia sebanyak 7,28 juta orang.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pekerja menyeberang pelican crossing saat jam pulang kerja di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (5/5/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tambahan orang yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Februari 2025 bertambah sebanyak 83.450 orang dibandingkan Februari 2024. Dengan tambahan tersebut, jumlah total pengangguran di Indonesia sebanyak 7,28 juta orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik akan mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 pada Selasa (5/5/2026) pukul 11.00 WIB. BPS juga akan merilis data Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026 dan Indeks Ketimpangan Gender 2025.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa pagi, bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS.

Baca Juga

Bank Indonesia (BI) menanggapi pelemahan rupiah yang telah menembus level Rp 17.400-an per dolar AS pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Bank Sentral memastikan akan melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah melalui berbagai intervensi. 

“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026). 

Erwin menerangkan, pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya. Ia mencatat, Philippine Peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand Baht melemah 5,04 persen, India Rupee melemah 4,32 persen, Chile Peso terkoreksi 4,24 persen, kemudian Indonesia Rupiah melesu 3,65 persen, dan Korea Won terkoreksi 2,29 persen.

“Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward(DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global,” terangnya. 

Erwin menegaskan, BI berkomitmen untuk selalu hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi juga dibuka melemah 3,38 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.968,57. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,80 poin atau 0,12 persen ke posisi 673,76.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement