Sabtu 30 Aug 2025 12:36 WIB

Thailand Pavilion Bidik Pasar Indonesia untuk Ekspansi Bisnis Waralaba

Indonesia memiliki posisi strategis sebagai tujuan ekspansi waralaba Thailand

Pameran The 24th International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC)
Foto: Dok Republika
Pameran The 24th International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ratusan pelaku usaha tampak memenuhi arena pameran The 24th International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (29/8/2025). Dari sekian banyak stan, sorotan utama jatuh pada Thailand Pavilion yang resmi dibuka melalui Opening Ceremony oleh Hataichanok Sivara, Director of Thai Trade Center Jakarta.

Booth AS82 Assembly Hall JICC langsung dipadati pengunjung. Paviliun ini menampilkan berbagai merek waralaba Thailand mulai dari kuliner, minuman kekinian, hingga konsep bisnis gaya hidup. Tidak hanya menawarkan produk, paviliun juga menjadi wadah business matching yang mempertemukan langsung pengusaha Thailand dengan calon mitra Indonesia.

Baca Juga

“Partisipasi kami di IFRA 2025 bukan sekadar pameran. Kami membawa misi besar untuk memperkuat kemitraan bisnis antara Thailand dan Indonesia, khususnya di sektor waralaba, lisensi, dan bisnis kreatif,” ujar Deputy Director of Thai Trade Center Jakarta, Mr Kumtornpol Buapatch dalam keterangan resminya, Sabtu (30/8/2025). 

Kumtornpol menilai, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai tujuan ekspansi waralaba Thailand. Selain faktor kedekatan geografis dan hubungan ekonomi yang erat, status kedua negara sebagai anggota ASEAN semakin memudahkan akses pasar internasional.

“Indonesia adalah pasar yang dinamis dan penuh peluang. Kami yakin kehadiran brand Thailand dapat memberi nilai tambah, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha lokal,” kata Kumtornpol.

Peluang kerja sama ini, kata dia, tidak hanya terbuka untuk investor besar. Pelaku UMKM lokal juga mendapat kesempatan menjalin kemitraan dengan merek Thailand melalui platform yang difasilitasi DITP. Banyak pengunjung UMKM terlihat antusias menanyakan skema kerja sama dan investasi.

Di sela pameran, aneka produk Thailand dari minuman segar hingga kudapan khas menjadi daya tarik tersendiri. Kumtornpol menegaskan, produk yang ditawarkan sudah memenuhi standar global, namun tetap disesuaikan dengan selera dan kebutuhan pasar Indonesia.

Sesi business matching terbukti menjadi magnet bagi para pelaku usaha Indonesia. Mereka bisa berdialog langsung dengan pemilik brand waralaba, membahas peluang kerja sama, sekaligus mendapatkan wawasan baru dari seminar dan talkshow yang diselenggarakan dalam rangkaian IFRA.

Lewat partisipasi di IFRA 2025, kata dia, DITP menargetkan peningkatan volume perdagangan bilateral, investasi, dan bahkan sektor pariwisata. Kehadiran brand Thailand juga dipandang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal.

Meski diakui masih ada tantangan, mulai dari perbedaan regulasi hingga kultur bisnis, Thailand optimistis kerja sama dengan Indonesia akan semakin kuat. “Waralaba bukan hanya soal ekspansi bisnis, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan,” kata Kumtornpol.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement