Senin 15 Jan 2024 19:42 WIB

Pemanfaatan Gas Bumi untuk Domestik Terus Meningkat  

Pada 2023 pemanfaatan gas bumi untuk domestik mencapai 68,2 persen.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda
Menteri ESDM Arifin Tasrif memaparkan realisasi capaian kinerja sektor energi dan mineral di Kementerian ESDM, Senin (15/1/2024).
Foto: Dok.ESDM
Menteri ESDM Arifin Tasrif memaparkan realisasi capaian kinerja sektor energi dan mineral di Kementerian ESDM, Senin (15/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, pada tahun 2023 porsi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik lebih besar dibandingkan untuk ekspor, dengan persentase mencapai 68,2 persen. Hal itu terjadi seiring dengan kebutuhan domestik akan gas bumi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. 

"Gas ini sendiri untuk kebutuhan domestik makin lama makin besar dan tren ekspornya juga makin menurun dari tahun ke tahun," ungkapnya pada saat konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM Tahun 2023 di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (15/1/2024).

Baca Juga

Sepanjang tahun 2023, realisasi penyaluran gas bumi untuk domestik sebesar 3.745 British Thermal Unit per Day (BBTUD). "Sementara untuk ekspor, porsi gas bumi sebesar 1.749 BBTUD," ujarnya.

Arifin merincikan, pemanfaatan gas untuk domestik paling besar adalah untuk sektor industri, yang mencapai 1.515,8 BBTUD atau sekitar 40,5 persen dari porsi pemanfaatan gas bumi untuk domestik. Diikuti dengan pemanfaatan gas bumi untuk pupuk sebesar 692,43 BBTUD atau sekitar 18,4 persen. 

"Sementara pemanfaatan gas bumi untuk kelistrikan sebesar 683,49 BBTUD, LNG Domestik sebesar 524,62 BBTUD, LPG Domestik 77,69 BBTUD, city gas 16,14 dan BBG sebesar 5,86 BBTUD," urainya. 

Pemanfaatan gas bumi untuk domestik tersebut meningkat apabila dibandingkan dengan tahun 2022, dimana pada tahun tersebut pemanfaatan gas bumi sebesar 3.683 BBTUD dan ekspor sebesar 1.791 BBTUD. Sementara pada tahun 2021, porsi gas bumi untuk domestik sebesar 3.688 BBTUD dan ekspornya gas bumi mencapai 2.047 BBTUD.

Arifin menjelaskan meningkatnya kebutuhan domestik dan menurunnya ekspor gas adalah salah satu langkah dalam mendukung fase transisi energi di Indonesia. "Kita mengantisipasi makin besarnya volume gas ke depan, karena kita akan memanfaatkan gas semaksimal mungkin untuk mendukung transisi energi kita," ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement