Kamis 04 Jan 2024 10:30 WIB

Inflasi RI Rendah, Pasar Takut BI Turunkan Suku Bunga, Rupiah Melemah

Selisih suku bunga BI dan the Fed bisa membuat rupiah ditinggalkan.

Petugas menghitung uang dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jakarta, Senin (20/11/2023). Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.445 per dolar AS pada hari ini. Mata uang Rupiah menguat 47,5 poin atau 0,31 persen dari perdagangan sebelumnya.
Foto: Republika/Prayogi
Petugas menghitung uang dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jakarta, Senin (20/11/2023). Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.445 per dolar AS pada hari ini. Mata uang Rupiah menguat 47,5 poin atau 0,31 persen dari perdagangan sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mata uang rupiah di awal perdagangan Kamis pagi dibuka menurun saat pasar mencermati dan merespons inflasi Indonesia 2023 yang rendah.

 

Baca Juga

"Tingkat inflasi 2023 yang rendah menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (4/1/2023).

 

 

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2023 tercatat rendah sebesar 0,41 persen month to month (mtm) sehingga inflasi IHK 2023 menjadi 2,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

 

Menurut Rully, jika suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate lebih cepat diturunkan, maka selisih suku bunga BI dengan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed akan mengecil dan membuat rupiah menjadi kurang menarik lagi.

Selain itu, ia juga memprediksi rupiah kembali melemah hari ini karena tren terus berlanjutnya kenaikan imbal hasil atau yield obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS).

 

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun sudah menembus di atas empat persen. Di sisi lain, pasar juga menunggu dan mengamati data manufaktur AS.

 

Ia memperkirakan rupiah berpotensi merosot di kisaran Rp 15.500 per dolar AS hingga Rp 15.550 per dolar AS.

 

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi tergelincir 57 poin atau 0,37 persen menjadi Rp15.538 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.481 per dolar AS.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement