Rabu 03 Jan 2024 07:03 WIB

80 Persen Penerbangan Tepat Waktu Selama Nataru, Citilink Paling Tinggi

Maskapai dengan persentase OTP tertinggi adalah Citilink, Trigana Air, dan Pelita Air

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan monitoring angkutan udara selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024 sejak 19 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024 b
Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan monitoring angkutan udara selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024 sejak 19 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024 b

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan monitoring angkutan udara selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024 sejak 19 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024 besok. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub M Kristi Endah Murni mengatakan hal tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran pelayanan angkutan udara selama masa liburan Nataru.

Pemantauan juga dilakukan untuk memastikan pelayanan angkutan udara berjalan lancar melalui faktor ketepatan waktu penerbangan maskapai atau On Time Performance (OTP). “Ini dilihat melalui ukuran kinerja maskapai penerbangan dalam memberikan layanan secara tepat waktu,” kata Kristi dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (2/1/2024) malam. 

Berdasarkan data yang, Endah mengatakan total penerbangan rute domestik selama periode 19 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024 sebanyak  26.942 penerbangan. Dia menyebut rata-rata persentase OTP dari 13 maskapai penerbangan yakni 81,05 persen. 

Tiga maskapai dengan total penerbangan domestik terbanyak selama periode tersebut adalah Lion Air, Citilink, dan Batik Air. Sementara itu, tiga maskapai dengan persentase OTP tertinggi adalah Citilink, Trigana Air, dan Pelita Air.

“Capaian OTP tersebut sebagai hasil kerja sama seluruh pihak, baik penyelenggara bandara, badan usaha angkutan udara, penyelenggara navigasi, Kementerian dan Lembaga terkait serta tentunya masyarakat pengguna jasa transportasi udara yang telah memberikan kontribusi positif bagi kelancaran penerbangan,” jelas Kristi.

Pencapaian OTP dapat diwujudkan dengan menjaga kinerja seluruh faktor pendukung, mulai dari kelancaran di sisi darat saat penumpang tiba di bandara, hingga kelancaran di sisi udara terkait pengaturan pergerakan pesawat menuju taxiway sampai runway dan pengaturan lalu lintas penerbangan. Serta dengan terus meningkatkan penerapan Airport - Collaborative Decision Making

Selain maskapai penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara juga memonitor 51 Bandar Udara. Pada periode yang sama total pesawat tumbuh 5,5 persen dari tahun 2022 yakni sebanyak 26.942, untuk total penumpang tumbuh 9,4 persen yakni sebanyak 3.277.355, dan total kargo tumbuh 1,3 persen yakni sebesar 27.708 ton. 

Dari 51 bandara pemantauan terdapat lima bandara dengan trafik penerbangan domestik tertinggi adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Lalu diikuti dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Juanda, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dan Bandara Internasional Kualanamu.

“Kami berharap seluruh maskapai penerbangan dan bandara dapat memberikan pelayanan prima bagi masyarakat hingga akhir masa Nataru untuk angkutan udara yang aman dan nyaman,” ujar Kristi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement