Jumat 24 Nov 2023 19:09 WIB

Tingkatkan Populasi Ternak, Mentan Pacu Produktivitas Semen Beku

Amran meninjau pejantan-pejantan unggul sapi dan kambing pilihan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Foto: Dok. Kementan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong peningkatan produktivitas semen beku ternak sehingga populasi ternak Indonesia dan susu semakin bertambah guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Sehingga populasi meningkat dan mendorong produksi daging dan susu di Indonesia. Kita lihat ada potensi besar di sini,“ kata Amran di Jakarta, Jumat (24/11/2023).

Baca Juga

Hal tersebut juga dia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Badan Layanan Umum Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang, Jawa Timur.

Dalam kunjungan itu, Amran meninjau pejantan-pejantan unggul sapi dan kambing pilihan dan bersertifikat yang dioptimalkan spermanya menjadi semen beku guna peningkatan produktivitas ternak milik rakyat melalui pelaksanaan inseminasi buatan (IB).

Dia meminta BBIB Singosari untuk meningkatkan produksi semen bekunya, agar bisa dimanfaatkan peternak-peternak seluruh Indonesia. Amran meninjau langsung pejantan unggulan BBIB Singosari seperti limousin, simental, termasuk juga icon BBIB Singosari, Gatotkaca, dari bangsa Belgian Blue.

Dalam kesempatan itu dia juga melihat proses penampungan semen segar. Karena itu, ia mendorong BBIB Singosari untuk terus mengembangkan sapi unggulan seperti Belgian Blue.

"BBIB Singosari memiliki beberapa ekor sapi Belgian Blue, sapi ini memiliki keunggulan pertumbuhan dagingnya yang luar biasa. BBIB Singosari telah memproduksi semen beku Belgian Blue, salah satu Sapi Belgian Blue yang paling diminati adalah Gatotkaca," sebut Amran.

Diketahui, BBIB Singosari sampai November 2023 telah memproduksi sebanyak 3.091.065 dosis semen beku, dan telah mendistribusikan semen beku ke seluruh Indonesia sebanyak 2.915.000 dosis.

BBIB Singosari melakukan inovasi, di antaranya dengan pemetaan genetik dari pejantan-pejantan yang ada di BBIB Singosari, sehingga peternak bisa memilih pejantan dengan lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan usaha ternaknya. Selain itu, BBIB Singosari juga mengembangkan teknologi semen beku sexing untuk membantu peternak yang terkena dampak wabah PMK.

Kebutuhan semen beku sexing penting terutama bagi peternak sapi perah yang membutuhkan lebih banyak kelahiran betina, sehingga dapat mendorong peningkatan populasi betina sekaligus meningkatkan produktivitas susunya.

"Saya minta BBIB Singosari meningkatkan jumlah populasi pejantan sampai 500 ekor sehingga BBIB Singosari mampu memenuhi kebutuhan semen beku sexing yang berkualitas sesuai dengan standar SNI," ujar Amran.

Melalui upaya tersebut, kata Amran, diharapkan dapat mendorong peningkatan populasi ternak dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani yang bersumber dari daging dan susu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement