Kamis 07 Sep 2023 11:32 WIB

Erick Dukung Waskita Tawarkan Kemitraan Strategis di AIPF

Erick menyebut hal ini merupakan komitmen BUMN.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Lida Puspaningtyas
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir usai rapat kerja terkait RUU BUMN dengan Badan Legislatif di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/9/2023).
Foto: Republika/ Muhammad Nursyamsi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir usai rapat kerja terkait RUU BUMN dengan Badan Legislatif di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan ASEAN Indo Pacific Forum (AIPF) memberikan kesempatan bagi sejumlah BUMN untuk menyampaikan capaian kepada calon investor maupun mitra strategis. Salah satunya, ucap Erick, seperti yang dilakukan PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT bersama anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) yang turut berpartisipasi dalam acara Business Matching AIPF.

"Ini tentu hal positif bagi Waskita Karya untuk mengenalkan sejumlah capaian dalam pengembangan jalan tol di Indonesia," ujar Erick dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (6/9/2023).

Erick mengatakan Waskita Karya selama ini mengemban tugas dari pemerintah dalam meningkatkan konektivitas melalui jalan tol. Erick menyebut hal ini merupakan komitmen BUMN dalam memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

"Selain itu, hal ini juga selaras dengan tujuan kita bagaimana keberadaan jalan tol dapat memangkas biaya logistik kita yang saat ini masih cukup tinggi," kata Erick.

Erick pun berharap Waskita dapat memanfaatkan kesempatan dalam AIPF untuk menjalin banyak kerja sama maupun kolaborasi dengan investor maupun mitra strategis.

Sementara itu, SVP Corporate Secretary Perseroan Ermy Puspa Yunita mengatakan Waskita dan WTR berkesempatan menyampaikan capaian WTR dalam mengembangkan jalan tol di Indonesia. Sejalan berdiri pada 2014, Ermy mengatakan WTR telah berhasil menorehkan prestasi tertinggi sebagai developer jalan tol dengan kepemilikan saham di 18 ruas tol dengan total panjang lebih dari 1.033 km yang tersebar di wilayah Pulau Jawa dan Sumatera.

"Saat ini, WTR memiliki saham di 10 ruas tol di Pulau Jawa dan Sumatera dengan total panjang 548 Km yang telah beroperasi penuh maupun beroperasi sebagian," ujar Ermy.

Ermy menyampaikan aksi korporasi pelepasan kepemilikan saham di beberapa ruas tol telah dilaksanakan WTR sejak 2019 sebagai salah satu strategi bisnis Waskita Karya group melalui WTR melakukan asset recycling. Sejak 2019 sampai dengan saat ini, WTR telah berhasil menyelesaikan sembilan aksi korporasi pelepasan saham seperti ruas tol Solo – Ngawi dan Ngawi – Kertosono – Kediri pada 2019.

Ermy mengatakan pada 2021, WTR menyelesaikan aksi korporasi pada 4 jalan tol yakni Medan –Kualanamu – Tebing Tinggi, Semarang – Batang, Cinere – Serpong, dan Cibitung – Cilincing. Setahun berselang, WTR berhasil menyelesaikan tiga aksi korporasi pelepasan saham, yaitu Ruas Tol Cimanggis – Cibitung secara parsial kepada SMI dengan nilai transaksi Rp 339 miliar pada Juni, serta Ruas Tol Kanci – Pejagan dan Pejagan – Pemalang kepada Indonesia Investment Authority (INA) dengan nilai transaksi Rp 5,8 Triliun pada September.

"Kemudian pada 5 Desember 2022, WTR juga berhasil menyelesaikan rangkaian aksi korporasi pada ruas tol Semarang - Batang sebesar 39,77 persen kepada Kings Bless Limited (KBL)," ucap Ermy.

Ermy menyatakan satu fokus WTR tahun ini adalah melanjutkan aksi korporasi pelepasan saham jalan tol, salah satunya pada Jalan Tol Pemalang Batang. Pada AIPF Business Matching, WTR berkesempatan memaparkan profil PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR) yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol pemegang konsesi Jalan Tol Pemalang – Batang. WTR merupakan pemegang

saham mayoritas pada PBTR dengan kepemilikan 60 persen. Pada kesempatan tersebut, WTR juga memaparkan sejumlah informasi terkait kesempatan investasi pada PBTR kepada sejumlah investor potensial. Jalan Tol Pemalang Batang telah beroperasi penuh sejak 2018 dengan total panjang 39,2 Km.

Ermy menyebut proyek ini merupakan salah satu bagian dari Jalan Tol Trans Jawa. Selain itu, Jalan Tol Pemalang – Batang juga terkoneksi dengan sejumlah ruas tol Trans Jawa lainnya seperti jalan tol Pejagan – Pemalang di sisi barat, serta tol Batang – Semarang di sisi Timur.

"Dengan adanya Jalan Tol ini, pengguna jalan dapat memangkas waktu perjalanan dari Pemalang menuju Batang menjadi 39 menit, sebelumnya pengguna jalan membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk menempuh perjalanan," lanjut Ermy.

Selain itu, Ermy menilai PBTR berada di lokasi strategis yang menjadikan Jalan Tol Pemalang – Batang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di Jawa Tengah, termasuk dari sektor industri, barang dan jasa.

Ermy menambahkan Tol Pemalang – Batang juga turut mempermudah konektivitas ke sejumlah destinasi wisata. Ermy mengatakan masyarakat Jawa Tengah dapat dengan mudah untuk menuju tempat wisata seperti Kota Kajen, Wisata Lolong, Wisata Dieng, Wisata Petungkriyono, Pantai Cemoro Sewu, Pantai Ujung Negoro, Kebun Teh Pegilaran, dan tempat-tempat lainnya di sekitar Jalan Tol Pemalang – Batang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement