Kamis 27 Apr 2023 18:15 WIB

Kredit BCA Tumbuh 12 Persen Didorong Permintaan Kuat Jelang Idul Fitri

Pada Ramadhan, BCA melihat momentum permintaan kredit modal kerja yang kuat.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Lida Puspaningtyas
  Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat menghadiri acara BCA Capital Market Community Iftar Gathering dan Economy Outlook 2022 di The Langham, Jakarta (25/02).
Foto: Istimewa
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat menghadiri acara BCA Capital Market Community Iftar Gathering dan Economy Outlook 2022 di The Langham, Jakarta (25/02).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak perusahaan membukukan kenaikan total kredit sebesar 12 persen secara tahunan atau year on year (yoy) per Maret 2023. Di sisi profitabilitas, BCA dan entitas anak mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 43 persen (yoy) menjadi Rp 11,5 triliun pada kuartal I 2023.

Dijelaskan, pertumbuhan itu didorong ekspansi volume kredit, perbaikan kualitas pinjaman, dan imbal hasil yang lebih tinggi dari penempatan dana pada obligasi negara sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan nasional. Juga kenaikan pendapatan fee dan komisi selaras dengan peningkatan jumlah transaksi.

“Secara umum, kami belum menaikkan suku bunga kredit untuk senantiasa menyediakan suku bunga kompetitif di pasar serta mendorong pemulihan perekonomian," ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam konferensi pers virtual, Kamis (27/4/2023).

Menjelang perayaan Idul Fitri, kata dia, perusahaan melihat momentum permintaan kredit modal kerja yang kuat. Minat kredit konsumer pun, lanjutnya, terus membaik. Terlihat dari tingginya antusiasme pengunjung BCA Expoversary 2023. 

"Atas dasar tersebut, kami memperpanjang jadwal penutupan expoversary selama sebulan lebih menjadi 30 April 2023. Maka masyarakat mempunyai kesempatan lebih lama untuk menikmati promo suku bunga spesial KPR hingga KKB,” tuturnya.

Ia menyebutkan, kredit korporasi naik 11,7 persen yoy mencapai Rp 320,5 triliun pada Maret 2023 dan masih menjadi kontributor utama bagi total kredit BCA. Seiring peningkatan aktivitas bisnis, lanjut dia, kredit komersial dan UKM meningkat 11,8 persen yoy mencapai Rp 211,1 triliun.

Dikatakan, dukungan BCA pada sektor UKM tercermin pada Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang tercatat sebesar 22,1 persen. Angka itu di atas target yang ditetapkan. 

Sementara, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 11,6 persen yoy menjadi Rp 109,6 triliun. Lalu Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) naik 15,2 persen yoy menjadi Rp 47,9 triliun, ditopang oleh gelaran BCA Expoversary 2023 yang sedang dilaksanakan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement