Rabu 26 Apr 2023 12:40 WIB

Visa Indonesia: 2 dari 3 Orang Bersiap Tinggalkan Uang Tunai

Generasi muda berada di garis depan menuju masyarakat nontunai.

Warga memindai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui aplikasi dompet elektronik saat bertransaksi pembayaran parkir di sebuah rumah sakit di Denpasar, Bali, Selasa (21/12/2021). Visa Indonesia melakukan studi yang menunjukkan bahwa 67 persen dari 1.000 masyarakat Indonesia peserta survei telah bersiap meninggalkan uang tunai.
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Warga memindai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui aplikasi dompet elektronik saat bertransaksi pembayaran parkir di sebuah rumah sakit di Denpasar, Bali, Selasa (21/12/2021). Visa Indonesia melakukan studi yang menunjukkan bahwa 67 persen dari 1.000 masyarakat Indonesia peserta survei telah bersiap meninggalkan uang tunai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Visa Indonesia melakukan studi yang menunjukkan bahwa 67 persen dari 1.000 masyarakat Indonesia peserta survei telah bersiap meninggalkan uang tunai.

Sebanyak 78 persen Gen Z yang disurvei mengatakan telah pernah mencoba menggunakan pembayaran digital. Begitu pula 74 persen Gen Y dan 73 persen kalangan affluent.

Baca Juga

"Masyarakat Indonesia kini semakin melangkah maju untuk meninggalkan uang tunai. Ini seiring dengan meningkatnya adopsi metode pembayaran digital akibat pandemi, yang membuat transaksi keuangan menjadi lebih mudah diakses, lancar, dan aman," kata Presiden Direktur Visa Indonesia Riko Abdurrahman, dilansir Antara, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Meningkatnya transaksi keuangan digital dipandang Visa Indonesia sebagai peluang untuk meningkatkan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini guna memfasilitasi konsumen menggunakan pembayaran digital di setiap aspek kehidupan. "Kami terus bekerja sama dengan bank, merchant, fintech, dan mitra strategis lainnya untuk mendukung pembayaran digital dan mendorong pembayaran contactless sebagai fondasi pembayaran di masa kini dan masa depan," kata Riko.

Generasi muda berada di garis depan menuju masyarakat nontunai. Kenyamanan dan keamanan menjadi dua faktor terbesar yang mendorong adopsi pembayaran digital.

Di era ponsel pintar dan internet, kecepatan dan kemudahan pembayaran digital memiliki daya tarik yang besar. Baik itu pembayaran digit melalui dompet digital, kode QR, hingga kartu kredit nirsentuh.

Kecepatan dan kemudahan pembayaran digital juga menyebabkan penggunaan uang tunai menurun dari 87 persen pada 2021 menjadi 84 persen pada 2022. Hal ini juga menjelaskan mengapa dompet seluler dan pembayaran QR telah lebih banyak digunakan dibanding uang tunai. Tingkat penggunaan pembayaran digital itu menyentuh 93 persen. Diikuti oleh kartu kredit dan kartu debit sebesar 80 persen.

Seiring dengan semakin banyaknya orang yang mengadopsi gaya hidup digital, banyak pula yang menyadari kemudahan dan kenyamanan menggunakan pembayaran dengan kartu nirsentuh. Melalui fasilitas tersebut, konsumen hanya perlu men-tap kartu untuk membayar.

Studi ini melihat adanya peningkatan penggunaan kartu nirsentuh yang sebagian besar digunakan oleh segmen affluent sebanyak 51 persen, diikuti oleh Gen Y sebanyak 41 persen, dan Gen X sebanyak 32 persen.

 

sumber : ANTARA

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement