Jumat 10 Feb 2023 16:09 WIB

Rupiah Melemah Seiring Kekhawatiran Pasar akan Kenaikan Suku Bunga AS

Kurs rupiah pada Jumat (10/2/2023) ditutup turun 37 poin atau 0,25 persen.

Karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (29/9/2022). Kurs rupiah pada Jumat (10/2/2023) ditutup turun 37 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp 15.134 per dolar AS.
Foto: Prayogi/Republika.
Karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (29/9/2022). Kurs rupiah pada Jumat (10/2/2023) ditutup turun 37 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp 15.134 per dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan, melemah seiring kekhawatiran pasar tentang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat. Kurs rupiah pada Jumat (10/2/2023) ditutup turun 37 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp 15.134 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.097 per dolar AS.

"Kekhawatiran kenaikan suku bunga AS kembali menjadi perhatian pelaku pasar," kata Analis Bank Woori Saudara Rully Nova saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Baca Juga

Rully mengatakan kekhawatiran kenaikan suku bunga tersebut dipicu oleh adanya kecenderungan kenaikan imbal hasil obligasi AS bertenor panjang dan spekulasi hasil pertemuan bank sentral AS atau The Fed nanti malam terkait penanganan inflasi.

Pejabat The Fed pada Rabu (8/2/2023) mengisyaratkan bahwa lebih banyak kenaikan suku bunga akan terjadi untuk mendinginkan inflasi lebih lanjut, meskipun tidak ada yang menyatakan bahwa laporan pekerjaan yang kuat Januari dapat memicu sikap kebijakan moneter yang lebih agresif. Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan mengatakan melihat tanda-tanda disinflasi tetapi laporan pekerjaan yang kuat mengguncang investor karena mereka khawatir pembuat kebijakan akan tetap hawkish lebih lama.

Investor melangkah dengan hati-hati menjelang data inflasi AS pekan depan, dengan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi dan laju kenaikan suku bunga The Fed memukul sentimen.

Sementara itu, lanjut Rully, sentimen dari dalam negeri masih positif seiring dengan naiknya cadangan devisa. Cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2023 mencapai 139,4 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2022 sebesar 137,2 miliar dolar AS.

Peningkatan posisi cadangan devisa pada Januari 2023 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

Rupiah pada pagi hari dibuka turun ke posisi Rp 15.120 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.117 per dolar AS hingga Rp 15.154 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis turun ke posisi Rp15.140 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.120 per dolar AS.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement