Selasa 24 Jan 2023 19:17 WIB

Siapa Minat Investasi Jangka Panjang? Ini Sektor Potensialnya

Bank Mandiri mengungkapkan beberapa sektor potensial untuk investasi jangka panjang.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Foto udara aktivitas pemurnian nikel di areal pabrik smelter milik PT Antam di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/12/2022). Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan mengungkapkan terdapat beberapa sektor potensial yang dapat dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang.
Foto: ANTARA FOTO/Jojon
Foto udara aktivitas pemurnian nikel di areal pabrik smelter milik PT Antam di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/12/2022). Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan mengungkapkan terdapat beberapa sektor potensial yang dapat dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan mengungkapkan terdapat beberapa sektor potensial yang dapat dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang. Dia menyebut, sektor pertama yakni hilirisasi minerba.

"Dari minerba ini sudah termasuk dari copper dan timah. Lalu tentu saja jangan lupa, pusat edible oil di dunia ada di Indonesia yakni palm oil, minyak untuk minyak goreng," kata Panji dalam konferensi pers Pre Event Mandiri Investment Forum (MIF) 2023, Selasa (24/1/2023).

Baca Juga

Tak hanya itu, saat ini Indonesia tengah memaksimalkan penggunaan kendaraan listrik. Menurut Panji, pabrik baterai juga sangat potensial karena dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik.

Sektor lainnya yaitu telekomunikasi yang sangat potensial didukung dengan sekitar 270 juta penduduk Indonesia yang tergantung dengan telekomunikasi. Dia mengatakan kebutuhan pulsa dan wifi masih akan sangat besar.

 

"Nah, telekomunikasi itu salah satu sektor jangka panjang yang terbukti saat ada gejolak ekonomi maka orang Indonesia selalu berkomunikasi menggunakan jasa telekomunikasi," ungkap Panji.

Sektor yang potensial lainnya yakni makanan dan minuman. Panji menyebut saat ini warung kopi sudah bertebaran di mana-mana, termasuk makanan cepat saji. Panji menuturkan, sektor makanan dan minuman memerlukan jasa turunannya. Selain itu juga akan menciptakan warung UMKM dan restoran.

"Ini (sektor makan dan minuman) akan mendorong UMKM. Ada juga makanan sudah dikemas," ucap Panji.

Lalu sektor lainnya yakni kesehatan yang semakin tumbuh sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Panji menilai, produk kesehatan menjadi mesin yang terus menerus mendorong perputaran uang.

Dia mengatakan, 270 juta masyarakat Indonesia memerlukan kesehatan, vitamin, obat, perawatan, dan termasuk industri asuransinya. "Tidak mungkin health care ini tidak ada putaran duitnya. Bank masuk di situ, investor juga main di situ," tutur Panji.

Sektor potensial lainnya yaitu utilities yang sangat dibutuhkan ketika semua pembangunan sudah dilakukan saat ini. Panji mengatakan, air, listrik, dan lainnya membutuhkan investasi dan akan menggerakan aktivitas ekonomi.

Bidang pemerintahan juga menjadi sektor yang potensial. Sebab, kata Panji, pemerintah juga membutuhkan pembiayaan dalam melakukan pembangunan di Indonesia.

"Para pemilik dana mereka mencari di mana uang itu akan diparkir untuk investasi. Apakah di sektor swasta atau pemerintah," ungkap Panji.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement