Jumat 28 Oct 2022 13:27 WIB

Siap-Siap! Perbankan Naikkan Suku Bunga Kredit Mulai November

Kenaikan bunga kredit ini untuk menyesuaikan dengan kenaikan suku bunga acuan BI.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya
Suku bunga bank (ilustrasi).
Foto: Wordpress.com
Suku bunga bank (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbankan nasional mulai menaikan suku bunganya sebagai respons penyesuaian dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRR) sudah naik tiga kali dan kini bertengger di angka 4,75 persen.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan, bank-bank besar nasional akan mulai menyesuaikan suku bunga pada November 2022. Sebelumnya 10 bank terbesar nasional bersepakat untuk menahan dampak kenaikan BI-7DRR.

Baca Juga

"Sekarang memang ada tekanan, likuiditas ketat, mulai kita lihat dua bulan terakhir apalagi terakhir 7DRR naiknya 50 bps, kenaikan BI Rate ini sudah akan mulai naik di perbankan, kelihatannya memang harus naik, kita lihat di market, mungkin November ini," katanya saat Paparan Kinerja Kuartal III 2022.

Meski demikian, ia menilai kenaikan tidak ada dipukul rata di semua sektor. Mengingat kenaikan suku bunga deposito juga belum merata. Maka transmisi ke suku bunga kredit pun tidak akan dilakukan menyeluruh.

 

CIMB Niaga akan terus meningkatkan sumber-sumber dana murah untuk menjaga likuiditas tetap kuat. Sehingga suku bunga kredit pun bisa tetap murah dan cost of fund atau biaya dana bisa dipertahankan di level rendah sekitar 1,77 persen.

Ia menyebut tingkat likuiditas yang ditunjukan dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di pasar saat ini rata-rata sudah di atas 90 persen. Ia menilai pada 2023 memang akan cukup menantang.

Ia memproyeksi CIMB Niaga akan tetap targetkan bisnis tumbuh positif meski memang akan merevisi ke bawah target finansial. Ia mengatakan kredit bisa tumbuh di angka 8-9 persen.

"Kalau double digit belum berani tapi 8-9 persen seharusnya masih bisa karena banyak ketidakpastiannya," katanya.

Motor utama pertumbuhan masih tetap retail, seperti kredit kendaraan bermotor dan perumahan. Dari sisi retail, CIMB Niaga masih menargetkan pertumbuhan double digit.

Dari sisi non-retail, fokus akan tetap pada manufaktur, korporasi, BUMN, dan sejumlah sektor lain yang lebih berdaya tahan terhadap krisis. Direktur Strategy, Finance and SPAPM CIMB Niaga Lee Kai Kwong menambahkan, untuk mempertahankan suku bunga kredit yang kompetitif, CIMB Niaga akan menaikan CASA.

"Memang dengan kenaikan suku bunga BI, kita harus kenakan ke customer, tapi dengan CASA kita masih baik, kita tidak harus menaikan terburu-buru karena 50 persen CASA tidak akan naik biayanya," katanya.

Memang ada bunga deposito yang naik tapi tidak semua sehingga tidak perlu ditransmisikan pada kredit. Ia menilai bank lain juga akan menaikan secara bertahap sementara CIMB akan ditransmisikan secara perlahan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement