Rabu 12 Oct 2022 00:33 WIB

Airlangga Pastikan Indonesia Aman Masalah Keuangan

Presiden meminta jajarannya berhati-hati memutuskan kebijakan perekonomian.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Agus raharjo
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersiap memberikan keterangan pers usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/10/2022). Sidang kabinet paripurna tersebut diantaranya membahas langkah menghadapi kondisi global yang tengah dalam ancaman resesi, realisasi belanja Kementerian dan Lembaga, kegiatan presidensi G20 Indonesia, serta perkembangan penanganan COVID-19.
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersiap memberikan keterangan pers usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/10/2022). Sidang kabinet paripurna tersebut diantaranya membahas langkah menghadapi kondisi global yang tengah dalam ancaman resesi, realisasi belanja Kementerian dan Lembaga, kegiatan presidensi G20 Indonesia, serta perkembangan penanganan COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia tidak termasuk dalam negara yang rentan masalah keuangan. Menurut dia, dari segi faktor eksternal, Indonesia pun masih aman.

“Tadi saya sampaikan Indonesia faktor core eksternalnya masih sangat kuat. Sehingga Indonesia adalah tidak termasuk dalam negara yang rentan terhadap masalah keuangan,” kata Airlangga saat konferensi pers usai Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Selasa (11/10/2022).

Baca Juga

Bahkan, lanjut dia, di antara negara G20 lainnya, Indonesia merupakan negara yang pertumbuhan ekonominya nomor dua tertinggi setelah Arab Saudi. “Jadi dari segi faktor eksternal, Indonesia aman,” tambahnya.

Sedangkan dari faktor internal, ekonomi Indonesia masih relatif kuat karena memiliki pasar domestik. Selain itu, saat ini konsumsi masyarakat menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional.

“Apalagi diprediksi di tahun depan pun pertumbuhan ekonomi kita antara 4,8-5,2. Jadi tentu berbagai lembaga yang memprediksi tersebut melihat bahwa Indonesia relatif kuat,” ujar Airlangga.

Dalam Sidang Kabinet ini, Jokowi menyampaikan sudah ada 28 negara yang mengantre untuk mendapatkan bantuan dari International Monetary Fund (IMF). Sebanyak 14 negara di antaranya sudah mendapatkan bantuan dan 14 negara lainnya masih dalam proses.

“Dan tentu ini magnitude-nya lebih besar daripada krisis tahun '98, dimana krisis tahun '98 itu di beberapa negara Asean,” kata Airlangga.

Presiden Jokowi meminta jajarannya agar berhati-hati dalam memutuskan kebijakan sehingga tak menyebabkan perekonomian Indonesia jatuh, seperti yang terjadi di Inggris. “Seperti yang terjadi di Inggris misalnya, kebijakan yang membuat Poundsterling jatuh,” tambah dia.

Airlangga menyebut, depresiasi nilai tukar rupiah sendiri sebesar enam persen. Kendati demikian, depresiasi rupiah tersebut masih lebih baik jika dibandingkan negara lain. “Namun relatif masih lebih tinggi dari berbagai negara lain, termasuk Kanada, Swiss, Nepal, Malaysia, Thailand, juga termasuk Inggris, sehingga relatif Indonesia lebih moderat dibandingkan dengan beberapa negara lain,” jelas Airlangga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement