Selasa 04 Aug 2020 20:24 WIB

ESDM Belum Izinkan Open Data Blok Masela

Open data Blok Masela bagi investor lokal sudah diberikan izin.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. Pemerintah belum mengizinkan open data room Blok Masela bagi investor asing.
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. Pemerintah belum mengizinkan open data room Blok Masela bagi investor asing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partner Inpex dalam pengembangan Blok Masela, Royal Dutch Shell meminta izin kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan pembukaan data potensi Blok Masela (open data room) untuk bisa mendapatkan mitra baru untuk pengembangan Blok Masela. Sayangnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM belum memberikan izin untuk open data ini.

Kepala SKK Migas, Dwi Sutjipto mengakui Shell memang meminta open data ini untuk bisa menawarkan hak partisipasi mereka di Blok Masela kepada pihak lain. Namun, open data untuk investor luar belum mendapatkan izin dari Kementerian ESDM.

Baca Juga

"Iya, ada (yang mengakses open data hak partispasi Shell di Blok Masela). Tapi untuk yang dari overseas ini belum dapat persetujuan dari ESDM," ujar Dwi di Jakarta, Selasa (4/8).

Namun, Dwi mengatakan untuk open data yang mengakses investor dalam negeri sudah bisa dilakukan karena pemerintah sudah memberikan izin akses buka data ini. Namun, dalam kasus Blok Masela ini yang akan masuk untuk menjadi mitra baru Inpex adalah investor luar negeri. Maka, open data untuk investor luar negeri baru bisa dilakukan kalau Kementerian ESDM sudah memberikan izin.

Untuk investor dalam negeri sendiri, Dwi tak menampik sudah ada pihak-pihak yang melirik data share Shell dalam Blok Masela. Meskipun, Dwi sendiri belum mendapatkan laporan berapa perusahaan yang mengintip besaran share Shell tersebut.

"Belum dapat laporan saya," ujar Dwi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement