Kamis 02 Jul 2020 16:44 WIB

Dapat Tambahan Rp 10 Triliun, BRI Fokus Garap Sektor Pangan

BRI mendapat tambahan dana dari pemerintah.

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
Bank Rakyat Indonesia
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Bank Rakyat Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyatakan penyaluran kredit dari penempatan uang negara sebesar Rp 30 triliun akan difokuskan ke segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Nantinya keempat anggota Himbara akan meleverage dana pemerintah melalui penyaluran kredit sebanyak tiga kali atau setara Rp 90 triliun.

Salah satu anggota Himbara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyatakan perseroan menerima penempatan uang negara sebesar Rp 10 triliun dan sisanya diperoleh dari penghimpunan dana murah.

Baca Juga

“Negara menempatkan dana Rp 30 triliun ke bank umum, pada tahap pertama diberikan kepada Bank Himbara. BRI terima Rp 10 triliun tetapi dalam tiga bulan wajib memberikan kredit sebanyak tiga kali (Rp 30 triliun) terhitung akhir Juli 2020,” ujarnya kepada Republika di Gedung Pusat BRI, Kamis (2/7).

Menurutnya penempatan uang negara akan disalurkan ke segmen UMKM khususnya sektor pangan dan distribusinya. Hal ini turut mendorong aktivitas ekonomi untuk memulihkan perekonomian dalam negeri.

 

“BRI menetapkan segmen UMKM mikro, sektor pangan karena logikanya mau krisis atau tidak kita tetap butuh makan. Maka itu menjadi prioritas kita,” ucapnya.

Sunarso menyebut perseroan telah menyiapkan langkah strategis untuk menghimpun dana murah. Pertama, mengembangkan wholesale transaction banking dan kedua micro payment.

“Sumber casa juga dari retail, kembangkan retail payment seperti Brimo atau aplikasi berbasis digital untuk mempermudah bertransaksi digital. Kita juga dipercaya 13 bank asing memberikan satu miliar dolar AS dengan bunga 1,9 persen,” jelasnya.

Sebelumnya Sekretaris Perusahaan BRI Amam Sukriyanto menambahkan perseroan mengincar himpunan dana murah hingga akhir 2020 sebesar 60 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK). Adapun target himpunan dana murah atau current account saving account (CASA) mengalami pertumbuhan sekitar 10 persen sampai dengan 12 persen.

“Dana murah tersebut terdiri dari giro dan tabungan,” ucapnya.

Selain meningkatkan dana murah, micro saving dan micro payment juga mampu mendorong cashless society pada segmen mikro serta mendorong perputaran uang yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Perseroan memiliki beraneka ragam produk tabungan mulai dari Simpedes dengan setoran awal Rp 100 ribu, tabungan Britama dan Britama Bisnis.

“Perseroan juga menyediakan tabungan untuk menarik minat generasi milenial dan Gen Z dengan desain kartu elegan dan kemudahan dalam bertransaksi,” ucapnya.

Untuk memperbesar himpunan tabungan dari masyarakat maka BRI menyediakan produk Simpedes TKI, tabungan haji hingga tabungan anak-anak. Kemudahan, keamanan dan kenyamanan transaksi perbankan akan menjadi daya tarik untuk menambah jumlah nasabah.

Pada 2019, BRI mampu memperoleh CASA sebesar Rp 589,2 triliun. Adapun dengan rincian realisasi giro tahun lalu senilai Rp 174,9 triliun dan tabungan senilai Rp 414,3 triliun.

"BRI optimis dengan berbagai langkah antisipatif dan pencegahan oleh pemerintah terhadap penyebaran virus corona," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement