Jumat 18 Oct 2019 00:11 WIB

Pemerintah Gandeng McKinsey Bangun Ibu Kota Baru

McKinsey akan melakukan pra perencanaan pembangunan ibu kota baru

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nidia Zuraya
Ilustrasi Ibukota Pindah
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Ibukota Pindah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pembangunan ibu kota baru di wilayah Kalimantan Timur bakal melibatkan perusahaan konsultan manajemen multinasional McKinsey & Company. Pemerintah telah menetapkan pemindahan ibu kota ke wilayah Kalimantan yakni tepatnya di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Rencana pembangunan tersebut diperidiksi bakal membutuhkan lahan kurang lebih 160.182 hektare dan untuk tahap awal akan dibangun di 3.000 lahan. "Iya itu (gandeng McKinsey), tapi anggotanya sebagian ahli dari Indonesia," kata Bambang, di Kementerian PPN, Jakarta, Kamis (17/10).

Baca Juga

Dia membeberkan, nantinya McKinsey akan melakukan pra perencanaan pembangunan seiring akan dilakukannya groundbreaking pada kuartal III dan IV 2020. Menurut dia, pembangunan ibu kota baru dipastikan bakal melibatkan warga lokal dan penyerapan tenaga kerja yang besar di wilayah tersebut.

Dilansir dari Reuters, unit konsultan Indonesia McKinsey & Company telah ditunjuk untuk melakukan studi kelayakan pemindahan ibu kota baru. McKinsey rencananya bakal mengambil studi aw pemerintah tentang isu-isu yang meliputi aspek sosial, budaya, lingkungan, dan ekonomi.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN Rudy Soeprihadi Prawiradinata membenarkan hal tersebut. Menurutnya lembaga tersebut tidak akan memulai kinerja mereka dari nol sama sekali sebab pemerintah telah banyak melakukan penelitian lebih dulu.

"Ya, kami libatkan mereka (McKinsey)," ujarnya saat dihubungi Republika, Kamis (17/10).

Menurut dia alasan pemerintah melibatkan McKinsey karena proyek tersebut bersifat tender yang terbuka. Pemerintah, kata dia, mempertimbangkan kriteria dan penilaian terhadap perusahaan multinasional tersebut. Sehingga McKinsey dapat diikutsertakan dalam pembangunan ibu kota baru. Adapun studi dengan waktu tiga bulan juga bakal melihat pendanaan yang dibutuhkan secara lebih terperinci.

"Tendernya senilai Rp 25 miliar, ada 103 kandidat tadinya," pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement