Senin 29 Oct 2018 14:32 WIB

Boeing Siap Bantu Investigasi Jatuhnya Lion Air 737 MAX 8

Pesawat tersebut baru diperkenalkan pada 2017.

Rep: Lintar Satria / Red: Friska Yolanda
Pesawat Lion Air  (ilustrasi)
Foto: AP/Trisnadi
Pesawat Lion Air (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesawat Boeing 737 MAX milik Lion Air dalam perjalanan dari Jakarta ke ibu kota provinsi Bangka, Pangkal Pinang telah jatuh ke laut pada Senin (29/10) pagi waktu setempat. Boeing mengatakan sudah menerima laporan kecelakan tersebut dan akan terus memantau situasinya.  

"Boeing mengetahui laporan kecelakaan pesawat dan memantau situasinya dengan cermat," kata Boeing, dalam akun media sosial Twitter mereka, Senin (29/10). 

Ini kali pertama pesawat Boeing 737 MAX mengalami insiden. Pasalnya pesawatnya produksi Boeing baru diperkenalkan pada tahun 2017. 

"Kementerian Transportasi Indonesia sudah mengonfirmasi lokasi jatuhnya Pesawat Lion Ari JT 610, pesawat 737 MAX 8 rute dari Jakarta ke Pangkal Pinang," kata Boeing dalam siaran persnya.

photo
Personel Basarnas melakukan penyelaman untuk mencari korban pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Kabarnya pesawat yang jatuh di sekitar perairan tidak jauh dari Karawang, Jawa Barat. Menurut jadwal, pesawat dengan nomor penerbangan JT610 lepas landas pukul 6.20 WIB, dan diperkirakan akan tiba di Bangka sekitar pukul 7.20 pagi.

"Perusahaan Boeing sangat sedih dengan hilangnya Penerbangan JT 610, kami mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya pada mereka yang ada di dalam pesaat dan menyampaikan simpati untuk keluarga yang ditinggalkan," tambah pernyataan Boeing tersebut. 

Boeing menegaskan akan siap menyediakan bantuan teknis yang dibutuhkan untuk menginvestigasi kecelakaan ini. Mereka tidak bisa memberikan laporan lebih banyak karena sesuai protokol penerbangan internasional semua pertanyaan harus dijawab oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi. 

"Boeing siap memberikan bantuan teknis untuk menginvestigasi kecelakaan ini. Sesuai dengan protokol internasional, semua pertanyaan tentang investigasi kecelakaan penerbangan harus diarahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia," tambah pernyataan Boeing. 

Baca juga, Ini Pernyataan Boeing Atas Jatuhnya Lion Air JT-610

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement